Rupiah melemah ke Rp 13.000/USD, BI sebut semua negara sama
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat melemah ke level Rp 13.000 per USD. Bank Indonesia (BI) masih menganggap santai perihal makin menguatnya Dolar tersebut.
Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menegaskan, penguatan Dolar tidak hanya terjadi kepada Rupiah. Menurutnya, hampir seluruh mata uang di dunia juga mengalami pelemahan.
Bank sentral, lanjutnya, berjanji bakal terus memantau pasar guna mengurangi gejolak nilai tukar. "Supaya juga suplai valas terus selalu tersedia di pasar. Ya memang yang sekarang terjadi adalah penguatan mata uang Amerika terhadap semua mata uang," kata Mirza di Jakarta, Kamis (5/3).
Meski alami pelemahan, Mirza yakin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan terganggu. Dia mencontohkan dengan dilepasnya harga bahan bakar minyak (BBM) ke pasaran, anggaran subsidi tidak akan semakin bengkak.
Dihapuskannya subsidi BBM, lanjutnya, juga mempengaruhi kinerja pasar saham. Di mana, pelaku pasar semakin percaya untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.
"Kalau dulu selalu khawatir, orang lihat kalau pelemahan Rupiah pasti akan membuat jelek APBN, habis itu pasar obligasinya bergejolak. Habis itu pasar sahamnya bergejolak," terangnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya