Gubernur BI: Cadangan Devisa Turun karena Kebutuhan Intervensi Pasar
Meski terjadi penurunan cadangan devisa, Perry meyakinkan jumlah yang tersisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor, pembayaran utang pemerintah. Begitu juga untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Bank Indonesia mencatatkan penurunan cadangan devisa di masa penyebaran virus corona atau covid-19. Penurunan tersebut disebabkan adanya kebutuhan bank sentral untuk intervensi pasar. Namun terkait jumlah penurunannya, Perry enggan menyebutkan secara jelas.
"Jumlah cadangan devisa menurun karena ada kebutuhan intervensi, besok akan kami umumkan," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) virtual dengan Komisi XI DPR RI dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua OJK Wimboh Santoso dan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Meski terjadi penurunan cadangan devisa, Perry meyakinkan jumlah yang tersisa saat ini lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan impor, pembayaran utang pemerintah. Begitu juga untuk melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah.
Bahkan jika diperlukan, Bank Indonesia telah melakukan kerja sama bilateral swap aggrement (BSA) dengan sejumlah bank sentral negara lain sebagai second line of defence.
"Kalau diperlukan BI punya kerja sama bilateral swap , dengan sejumlah bank sentral sebagai second line defence," kata Perry.
Misalnya dengan Bank Rakyat Tiongkok (BRT) China, sekitar USD 30 miliar. Lalu dengan Bank sentral Jepang atau Bank of Japan sekitar USD 22,76 miliar.
Kerja sama Bank Indonesia dengan Bank Sentral Korea Selatan, sekitar USD 10 miliar. Sementara dengan Bank Sentral Singapura setara USD 7 miliar atau SGD 10 miliar.
"Ini yang dapat kami sampaikan," kata Perry.
Baca juga:
BI Belum Wajibkan Eksportir Konversi Dolar ke Rupiah
Bos BI Pastikan Cadangan Devisa Aman Meski Banyak Lakukan Intervensi Pasar
Bank Indonesia Catat Cadangan Devisa Turun Menjadi USD 130,4 M di Akhir Februari 2020
Awal 2020, BI Catat Cadangan Devisa USD 131,7 Miliar
Bos BI soal Rupiah Menguat ke Rp13.772 per USD: Bukti Ekonomi Indonesia Membaik
Naik USD 2,6 M, Cadangan Devisa per Desember 2019 Tercatat USD 129,2 M