Genjot produksi pilot lokal, Jonan naikkan gaji guru penerbang
Dengan tambahan gaji bagi para instruktur penerbangan otomatis akan ada penambahan uang sekolah.
Indonesia kekurangan 700 pilot per tahun. Kondisi ini bakal terus terjadi selama kurun waktu lima tahun ke depan. Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menunjukkan, seharusnya Indonesia memiliki 3.000 penerbang baru. Namun banyak masalah dalam proses merekrut calon pilot lokal.
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan berjanji bakal berpikir keras agar pilot asing tidak menjamur di dalam negeri. Salah satu terobosannya memberikan tambahan gaji bagi instruktur penerbangan di setiap sekolah penerbangan.
"Menurut saya kesulitan instruktur tidak ada, mungkin kekurangan instruktur ada, untuk itu lebih baik gajinya lebih baik lagi, itu untuk acuan lebih baik saja," ujarnya di Kantor Kemenhub, Jakarta, Rabu (26/11).
Meski begitu diakuinya, dengan tambahan gaji bagi para instruktur penerbangan otomatis akan ada penambahan uang sekolah. Namun, itu tidak perlu dipersoalkan asalkan calon pilot memiliki kualitas baik.
"Nanti uang sekolahnya mahal, kan penghasilan pilot reguler katakanlah pilot baru lima tahun Rp 40 juta, gurunya mahal boleh, murid ini kalau lulus berapa gajinya," jelas dia.
Jonan menegaskan, dengan penambahan gaji untuk instruktur penerbangan bukan berarti sekolah penerbangan baik milik swasta maupun pemerintah bisa asal mendirikan sekolah. Harus ada standar memadai.
"Dengan kekurangan pilot saya akan mendorong banyak lembaga pendidikan dirikan saja sekolah pilot asal standarnya benar karena itu bahaya," ungkapnya.
Baca juga:
Ini aksi akrobatik empat pilot cantik jet tempur China
Jonan kaget gaji pilot asing Rp 80 juta, lokal cuma Rp 40 juta
Rekrut pilot bule, Menteri Susi mengaku nasionalis
Pilot asal Singapura yang diturunkan TNI-AU beratribut militer
Butuh Rp 500 juta buat cetak satu orang pilot
Beasiswa sekolah penerbangan, AirAsia Indonesia habis Rp 4,5 M