Genjot investasi, BKPM sebut 511 daerah telah terapkan PTSP
341 PTSP telah mengimplementasikan Sistem layanan Perizinan Online BKPM (Spipise).
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mempercepat layanan perizinan kepada investor. Sinergi itu yang ingin dicapai penyelenggaraan Konsolidasi Perencanaan dan Pelaksanaan Penanaman Modal Nasional (KP3MN).
Kepala BKPM Franky Sibarani menjelaskan isu percepatan dan kemudahan investasi di daerah memaksimalkan konsep Perizinan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Dari catatannya, saat ini sudah terbentuk 511 PTSP daerah dari 561 wilayah, dari jumlah tersebut 341 PTSP telah mengimplementasikan Sistem layanan Perizinan Online BKPM (Spipise).
"Artinya 91 persen dari daerah telah membentuk PTSP di wilayahnya kami berharap keberadaan PTSP daerah dapat dimaksimalkan untuk mendorong percepatan layanan perizinan kepada investor daerah," ujarnya di Jakarta, Senin (22/2).
Franky menambahkan sinergi pusat dan daerah diperlukan untuk mencapai target realisasi investasi senilai Rp 3.500 triliun pada 2015 hingga 2019. Pemerintah menargetkan untuk meningkatkan realisasi investasi di luar Jawa 43 persen pada 2015 yang lalu menjadi 62 persen pada 2019 sehingga perlu kesiapan Pemerintah Daerah.
"Dari pengalaman saya tahun lalu mengunjungi 80 proyek investasi yang sedang melakukan proses konstruksi, satu benang merah yang dapat disimpulkan adalah bahwa tidak ada proyek investasi tanpa dukungan pemerintah daerah," katanya.
Dari data BKPM, capaian realisasi investasi 2015 sebesar Rp 545,4 triliun, meningkat 17,8 persen dibandingkan pada 2014.
Selain itu, pertumbuhan investasi secara wilayah tercatat di Sumatera 2015 sebanyak 2.823 proyek dengan nilai investasi Rp 84 triliun, naik 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Realisasi investasi Jawa sebanyak 15.331 proyek dengan nilai investasi Rp 296,8 triliun, naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Realisasi investasi Sulawesi sebanyak 1.553 proyek dengan nilai investasi Rp 33 triliun, naik 14 persen dari tahun sebelumnya.
Realisasi investasi Kalimantan sebanyak 1.628 proyek dengan nilai investasi Rp 93 triliun, naik 30 persen dibandingkan sebelumnya.
Realisasi investasi Bali dan Nusa Tenggara sebanyak 1.394 proyek dengan nilai investasi Rp 19 triliun, naik 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Terakhir realisasi investasi Maluku dan Papua sebanyak 406 proyek dengan nilai investasi Rp 19 triliun, naik 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga:
Hingga Februari 2016, investasi sektor infrastruktur capai Rp 54 T
14 kawasan industri jadi percontohan layanan kemudahan investasi
Jokowi: Dulu izin investasi bisa satu tahun, saya tidak mau lagi
Perusahaan garmen RI buat baju polisi dan bangun pabrik di Kamboja
Perusahaan AS minat bangun digitalisasi pembangkit listrik di RI
Toyota tanamkan modal Rp 5,4 triliun di Tanah Air pada 2016
BI: Rupiah menguat karena ada dana asing masuk capai Rp 33 T