Genjot Investasi, Bank Indonesia Beri Sinyal Turunkan Kembali Suku Bunga Acuan
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan ke depan BI masih akan menerapkan kebijakan yang sifatnya akomodatif. Keputusan ini menyesuaikan dengan ketidakpastian perekonomian global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di domestik. Sebab itu, BI akan melonggarkan kebijakan-kebijakannya.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan ke depan BI masih akan menerapkan kebijakan yang sifatnya akomodatif. Keputusan ini menyesuaikan dengan ketidakpastian perekonomian global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di domestik. Sebab itu, BI akan melonggarkan kebijakan-kebijakannya.
"Di global, adanya perang dagang AS-Tiongkok telah membuat perlambatan ekonomi dunia kian makin nyata. Itu bisa dilihat dari The Fed yang melonggarkan kebijakan dengan penurunan suku bunga acuannya," tuturnya di Gedung Mahkamah Agung, Rabu (7/8).
Destry melanjutkan, pelonggaran kebijakan BI bertujuan untuk menjaga inflasi di rentang yang terjaga. Selain itu, juga bertujuan menstimulus perekonomian Indonesia ke depannya.
"BI sudah lakukan easy monetary policy dengan penurunan GWM kemarin. Perlu kita waspadai dan monitor bagaimana perkembangan yang terjadi di ekonomi global," paparnya.
Kata Destry, ke depan pekerjaan rumah Indonesia ialah mendorong laju investasi. Tak hanya itu, digital payment juga salah satu tren ekonomi yang terus perlu dikembangkan lebih baik ke depannya.
"Domestik sendiri pertumbuhan ekonomi di kuartal II cukup solid walaupun sedikit melambat dibandingkan kuartal I. Komponen kontribusi pertumbuhan ekonomi memang masih mengandalkan konsumsi, kita hanya mendorong investasi kita lagi ya. Kalau bisa fokus ke dua ini saja, kontribusinya besar ke GDP kita," pungkas DGS Bank Indonesia yang baru dilantik tersebut.
Baca juga:
Wapres JK Desak Penyelesaian Perundingan 3 Perjanjian Perdagangan Bebas di Akhir 2019
Kerek Investasi, ESDM Luncurkan Perizinan Online Satu Pintu
Menteri Sri Mulyani Yakin Investasi Lebih Bertenaga di Kuartal III
Akibat Listrik Padam, Industri Petrokimia Rugi Rp375 Miliar
Presiden Jokowi Ingin Peran Swasta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digenjot pada 2020
Kebijakan OSS Perlu Diperkuat untuk Tingkatkan Investasi
Indef: Kucuran Dana Asing ke Unicorn RI Memperparah Defisit Negara