Genjot Inklusi Keuangan, Reli dan BEI Gelar Sekolah Pasar Modal di Surabaya
Branch Manager Reli Surabaya Diponegoro Pujo, Setyo Basuki menjelaskan, sebelum pelatihan dimulai, para mahasiswa terlebih dahulu membuka rekening efek. Acara sekolah pasar modal, dilakukan rutin, dengan bekerjasama antara RELI, STIESIA dan BEI.
PT Reliance Sekuritas Indonesia (Reli) bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menggelar Sekolah Pasar Modal. Kali ini, program untuk mendorong inklusi keuangan ini digelar di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya. Sekitar 150 mahasiswa mendapat edukasi mengenai seluk beluk pasar modal.
Branch Manager Reli Surabaya Diponegoro Pujo, Setyo Basuki menjelaskan, sebelum pelatihan dimulai, para mahasiswa terlebih dahulu membuka rekening efek. Acara sekolah pasar modal, dilakukan rutin, dengan bekerjasama antara RELI, STIESIA dan BEI.
Dalam sekolah pasar modal ini, juga dijelaskan mengenai seluk beluk dunia investasi mulai dari syarat, tata cara, dan teknis untuk berinvestasi di pasar modal. Termasuk juga soal risiko, keuntungan, dan potensi imbal hasil yang bisa diraih di masa depan dari pasar saham. Juga, berkaitan dengan kondisi fundamental perusahaan-perusahaan yang ada di bursa, berikut pergerakan harga sahamnya.
"Kami juga menjelaskan mengenai analisa teknikal dan fundamental. Untuk memberi pemahaman yang lebih utuh kepada para mahasiswa. Diharapkan, setelah mengerti, mereka semakin terpacu untuk berinvestasi di pasar modal, melalui Reli," ujar Pujo Setyo dikutip keterangannya di Jakarta, Kamis (6/12).
Para mahasiswa yang hadir sangat antusias untuk bertanya mengenai dunia investasi baik dari sisi potensi keuntungan maupun risiko dan juga bagaimana mengelola risiko agar investasi dapat terus berkembang. "Kami senang mahasiswa banyak mengajukan pertanyaan selama acara, ini menjadi bukti, generasi milenial semakin tertarik dengan investasi," ujar Pujo Setyo.
Direktur Reli, Sriwidjaja Rauf menambahkan, dalam investasi pasti ada tujuan, baik jangka pendek maupun panjang. Juga, berkaitan dengan tingkat risiko yang dapat diterima, andai kata investasi tengah turun.
Dalam berinvestasi, kata Sriwidjaja, masyarakat harus memilih perusahaan atau sekuritas yang jelas, serta memiliki dasar yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, dalam hal ini kontrak pembukaan rekening efek yang jelas.
Menurut Sriwidjaja, sebagai perusahaan broker atau perantara saham/efek, Reli memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah. Sebagai perusahaan broker atau perantara saham atau efek, Reli memiliki pengalaman dan jaringan luas di berbagai daerah.
"Reli menggencarkan edukasi ke publik, dengan harapan semakin tumbuh kepercayaan terhadap perusahaan, sehingga publik tak ragu berinvestasi," kata Sriwidjaja.
(mdk/idr)