Genjot ekonomi syariah, OJK selektif saat tawarkan saham syariah
Kepala Sub Bagian Hubungan Kelembagaan Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Andry Wicaksono, mengungkapkan langkah pihaknya dalam menggenjot sektor syariah dengan menjamin keamanan investasi reksadana. Caranya dengan selektif dalam memilih saham syariah yang bakal ditawarkan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya menggenjot ekonomi syariah Indonesia. Salah satunya melalui pasar modal.
Kepala Sub Bagian Hubungan Kelembagaan Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Andry Wicaksono, mengungkapkan langkah pihaknya dalam menggenjot sektor syariah dengan menjamin keamanan investasi reksadana. Caranya dengan selektif dalam memilih saham syariah yang bakal ditawarkan kepada calon nasabah reksadana.
"Pertama, OJK menerbitkan yang namanya daftar efek syariah. Kemudian diambil teman-teman bursa itu dibuat dalam Indeks Saham Syariah Indonesia. Setelah itu ada sekitar 300-an diambil dan diurutkan 1 sampai 300 berdasarkan market cap, atau nilai paling besar dari perusahaan," ungkapnya dalam 'Bincang Santai Investasi Syariah, di Jakarta, Sabtu (10/3).
Dari 300 saham tersebut, kata dia, kemudian diambil 60 saham syariah dengan market cap terbesar. "Setelah itu urutan 61 ke bawah dibuang, di ambil 60 saham syariah dengan market cap terbesar," jelas dia.
Tak berhenti disitu, ke-60 saham syariah tersebut diseleksi lagi untuk ditemukan 30 saham syariah yang benar-benar liquid (cair) untuk ditawarkan kepada calon nasabah reksadana.
"Dicari lagi yang liquid. Volume transaksinya paling besar, sering ditransaksikan oleh orang dapatlah 30. 30 itu masuklah dalam yang namanya Jakarta Syariah Index," tandasnya.
Baca juga:
Waketum DMI sebut perkembangan ekonomi kaum muda Islam semakin maju
BPKH targetkan dana haji capai Rp 150 triliun di 2022
Calon jemaah kini bisa mendaftar dan membuka tabungan haji BSM lewat Bank Mandiri
Punya penduduk muslim besar, pertumbuhan keuangan syariah RI tak sesuai harapan
Kembangkan ekonomi syariah, bos BI sambut rencana pungutan zakat PNS
Presiden Jokowi minta masyarakat berperan tingkatkan ekonomi syariah
BI gandeng MUI hingga Baznas kembangkan ekonomi syariah