Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Punya penduduk muslim besar, pertumbuhan keuangan syariah RI tak sesuai harapan

Punya penduduk muslim besar, pertumbuhan keuangan syariah RI tak sesuai harapan syariah. shutterstock

Merdeka.com - PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama melakukan Literasi Keuangan Syariah di beberapa kota di Jawa Timur. Seperti di Bangkalan, Sumenep, dan Pasuruan selama tiga hari mulai tanggal 16-18 Februari 2018.

Direktur Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Syariah-OJK, Moch Muchlasin, mengatakan bahwa tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK) terus ditingkatkan. Sebab, perkembangan keuangan syariah di Indonesia masih belum sesuai harapan dengan pangsa pasar yang hanya sekitar 5,3 persen terhadap IJK nasional.

"Pemahaman terhadap produk-produk jasa keuangan khususnya keuangan syariah sangat penting, dengan literasi dan edukasi ini diharapkan masyarakat semakin cerdas dalam melakukan transaksi keuangan," jelasnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (17/2).

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso, mengatakan setelah masyarakat memahami produk dan manfaatnya, diharapkan masyarakat mempunyai kemampuan dan kemauan untuk memanfaatkan produk-produk Pegadaian Syariah sebagai solusi kebutuhan keuangan.

Menurut data Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Pegadaian merupakan salah satu institusi yang memiliki pegadaian syariah di Indonesia. "Pegadaian memiliki tanggungjawab untuk terus melakukan literasi keuangan syariah kepada masyarakat khususnya pada mubaligh dan mubalighat."

Kinerja gadai syariah pada tahun lalu naik 6,05 persen dibandingkan dengan 2016. Sedangkan, kinerja Arrum tumbuh di atas 20 persen dan pembiayan haji & umroh (Arrum Haji) 49,3 persen.

Kinerja pembiayaan kendaraan bermotor (Amanah) melonjak hingga 95 persen, sedangkan nasabah aktif tercatat di angka 745.000 naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

"Sementara itu, kinerja Pegadaian Syariah di Pulau Madura tumbuh rata-rata di angka 10 persen," tuturnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia K.H. Ma'ruf Amin, menyambut baik apa yang telah dilakukan Pegadaian Syariah. Menurutnya, sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah.

Sedangkan Ulama dan Dosen Pasca Sarjana Universitas Indonesia, KH Chollil Nafis, mengatakan potensi keuangan syariah di Indonesia sangat besar, dan perlu peran bersama dari semua stakeholders, untuk memaksimalkan penyerapan dana itu. "Kegiatan sosialisasi seperti ini sangat patut di apresiasi, dan perlu dilakukan secara kontinyu."

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP