LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Genjot Daya Saing, Sektor Jasa Diimbau Terapkan Digitalisasi

Executive Director Indonesia Services Dialogue (ISD) Devi Ariyani mengatakan, sektor jasa sudah melambat pada kuartal I-2020, kecuali jasa informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa kesehatan.

2020-10-19 13:02:11
digital
Advertisement

Executive Director Indonesia Services Dialogue (ISD) Devi Ariyani mengatakan, sektor jasa sudah melambat pada kuartal I-2020, kecuali jasa informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan jasa kesehatan. Untuk itu, sektor jasa perlu beradaptasi dengan digitalisasi, mengingat sektor ini menyumbang 54 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

"Digitalisasi sektor jasa Indonesia sangat berguna untuk mendorong daya saing dan produktivitas pelaku industri. Untuk itu kebijakan menyangkut sektor ekonomi digital sangat diperlukan," kata Devi dalam diskusi online ISD, Senin (19/10).

Menurutnya perkembangan teknologi digital dapat mendorong terciptanya perdagangan, tidak hanya barang tetapi juga perdagangan jasa lintas negara. Seperti saat ini diperkirakan nilai transaksi untuk Information Technology Outsourcing (ITO) dan Business Process Outsourcing (BPO) secara global mencapai USD 167,9 miliar, di mana sekitar 84 persen permintaan outsourcing berasal dari Amerika Serikat.

Advertisement

"UMKM Indonesia akan memetik keuntungan besar apabila bisa terintegrasi secara penuh dengan teknologi digital," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil riset dari Asia Pacific MSME Trade Coalition (AMTC) digitalisasi dapat menghemat biaya ekspor MSME (Micro, Small, Medium Enterprise) di India, China, Korea Selatan dan Thailand hingga USD 339 miliar. Riset AMTC tersebut juga menemukan bahwa teknologi digital menghemat waktu untuk ekspor dari UMKM sebesar 29 persen, dan mereduksi biaya ekspor hingga 82 persen.

Sehingga data menjadi bahan bakar utama dalam era ekonomi digital saat ini, kata Devi. Lantaran kemajuan teknologi digital membuat pertukaran data antar industri antar negara menjadi suatu hal yang lumrah.

Advertisement

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah Target Potensi Ekonomi Digital RI Capai USD 133 Miliar di 2025
Pemanfaatan Omnichannel Jadi Andalan Ritel Bertahan di Tengah Pandemi
Menuju Visi Bank Indonesia 4.0
Bos DANA: Indonesia Sedang Masuki Masa Emas Teknologi Digital
Sri Mulyani Sebut Pandemi Paksa Masyarakat Lakukan Transformasi Digital
Tingkatkan Layanan, Air Asia Rambah Bisnis Digital

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.