Garuda Indonesia hapus posisi direktur operasi, ini kata BUMN
Deputi BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Gatot Trihargo mengatakan, posisi direktur operasi dan teknik pemeliharaan digabung menjadi satu di bawah pengawasan direktur produksi yang dijabat Puji Nur Handayani.
Kementerian BUMN melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baru saja merombak direksi PT Garuda Indonesia. Selain itu, kementerian juga menghapus posisi direktur operasional.
Deputi BUMN Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Gatot Trihargo mengatakan, posisi direktur operasi dan teknik pemeliharaan digabung menjadi satu di bawah pengawasan direktur produksi yang dijabat Puji Nur Handayani.
Selanjutnya, direktur produksi akan membawahi dua posisi, yakni Chief of Operations dan Chief of Maintenance yang dipimpin masing-masing seorang pilot.
"Karena bukan pilot namanya direktur produksi dan nanti di bawahnya ada Chief of Maintenance dan Chief of Operations, yang jadi chiefnya pilot juga," kata Gatot pada acara Program Kepemimpinan BUMN di salah satu hotel di Jakarta, Kamis (13/4).
Gatot menjelaskan, perubahan nomenklatur yang menghapus dua posisi direktur operasi dan teknik dan menggabungkannya dalam satu direksi itu sudah sesuai regulasi Civil Aviation Safety Regulation (CASR).
Menurut dia, penetapan manajer atau vice president di bawah direktur dapat dilakukan selama dijabat oleh pilot berlisensi dan standar keselamatan (degree of safety) tetap diutamakan.
Di sisi lain, Garuda Indonesia merupakan maskapai berstatus Air Operator Certificate under part 121. Dalam aturan CASR, maskapai penerbangan diwajibkan memiliki Direktur Operasi yang dipimpin oleh pilot senior berlisensi.
"Butir A memang wajib, tetapi di butir B apabila tidak dilakukan, bisa dengan nama yang berbeda, ada manager operasi dan sebagainya. Yang utama adalah degree of safety dari perusahaan tetap kita jaga. Kan ada yang menjaga yaitu Chief of Maintenance dan Operation pasti ada kapten di situ," kata Gatot.
Ada pun sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Garuda Indonesia yang dilaksanakan pada Rabu (12/4) di Kantor Pusat Garuda Indonesia, Cengkareng, ada susunan tujuh direksi baru yang diangkat, yakni Direktur Utama dijabat oleh Pahala N. Mansury, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Helmi Imam Satriyono, Direktur Layanan Nicodemus P. Lampe.
Kemudian, Direktur Produksi Puji Nur Handayani, Direktur Marketing dan Teknologi Informasi Nina Sulistyowati, Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Linggarsari Suharso, dan Direktur Kargo Sigit Muhartono.
Baca juga:
Membongkar strategi bos baru Garuda Indonesia tingkatkan keuangan
2016, ketepatan jadwal terbang Garuda Indonesia naik ke 89,51 persen
BUMN: Pergantian direksi buat Garuda tak ketinggalan kompetisi
Mantan bos Garuda yakin direksi baru mampu tingkatkan layanan
Bos baru Garuda: Kaget, baru 3 hari lalu diangkat Menteri BUMN