Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2016, ketepatan jadwal terbang Garuda Indonesia naik ke 89,51 persen

2016, ketepatan jadwal terbang Garuda Indonesia naik ke 89,51 persen Hari pertama Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Garuda Indonesia mencatat kenaikan ketepatan waktu penerbangan (OTP – On Time Performance) pada 2016 mencapai 89,51 persen atau naik dari tahun sebelumnya 88 persen. Sementara itu, rata-rata tingkat keterisian penumpang sepanjang 2016 tercatat sebesar 73,1 persen sedangkan Citilink sebesar 76,8 persen.

VP Corporate Communications Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar, mengatakan pada tahun lalu perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD 9,36 juta atau setara Rp 124,5 miliar (kurs Rp 13.300 per USD) hingga akhir tahun. Garuda Indonesia dan Citilink Indonesia juga telah mengangkut 35 juta penumpang tahun lalu.

"Garuda Indonesia Group juga berhasil mencatatkan peningkatan sekor pendapatan lainnya yang terdiri dari komponen ancillary revenue, pendapatan sektor strategic business unit (SBU), hingga sektor subsidiaries lainnya dengan capaian sebesar USD 392 juta meningkat 13,7 persen dibandingkan 2015 lalu sebesar USD 344,6 juta," ujarnya kemarin.

Sepanjang 2016, lanjutnya, frekuensi penerbangan Garuda Indonesia juga meningkat 9,89 persen menjadi 274.969 penerbangan dari total 249,974 penerbangan di 2015. Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut sejalan dengan upaya perusahaan melakukan ekspansi jaringan penerbangan baik domestik maupun internasional.

Selama 2016, Garuda Indonesia Group juga melakukan penambahan kapasitas penerbangan sebagai bagian dari program pengembangan revitalisasi armada dengan mendatangkan 17 pesawat, yaitu terdiri dari empat pesawat ATR 72-600, empat pesawat A330-300, satu pesawat B777-300ER, dan delapan pesawat A330-200. "Dengan demikian, hingga akhir tahun 2016, Garuda Indonesia Group mengoperasikan sebanyak 196 pesawat dengan rata-rata usia pesawat mencapai 4,6 tahun," tuturnya.

Mengenai perkembangan bisnis kargo, Garuda Indonesia berhasil meningkatkan jumlah angkutan kargo menjadi 415,824 ton kargo, atau meningkat 18,22 persen dari 2015 yang mencapai 351,724 ton. Secara keseluruhan jumlah pendapatan pasar kargo pada 2016 tercatat USD 219,15 juta, atau meningkat 16,65 persen dibandingkan 2015 sebesar USD 187,87 juta.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP