Garuda amati persepsi turis asing pasca bencana gempa Lombok
Garuda Indonesia sedang mengawasi persepsi yang sedang berkembang di kalangan turis asing setelah rangkaian gempa yang terjadi di Lombok. Pemimpin Garuda Indonesia menyebut bahwa ini memengaruhi penerbangan Denpasar.
Garuda Indonesia sedang mengawasi persepsi yang sedang berkembang di kalangan turis asing setelah rangkaian gempa yang terjadi di Lombok. Pemimpin Garuda Indonesia menyebut bahwa ini memengaruhi penerbangan Denpasar.
"Tentunya pertama-tama kita bersimpati dan juga prihatin dengan apa yang terjadi di Lombok. Bagi kita di Garuda Indonesia Denpasar salah satu dari hubungan internasional kita," ucap CEO Garuda Indonesia Pahala Mansury usai acara Young On Top National Conference pada Sabtu (28/8) di Balai Kartini, Jakarta.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan, gempa di Lombok memberikan dampak pada penerbangan internasional. Dalam hal ini, persepsi turis mancanegara yang berlibur ke daerah Denpasar dan Lombok.
"Jadi apa yang terjadi di Lombok dan juga di Denpasar sedikit banyak juga akan berpengaruh pada penerbangan internasional kita, Denpasar khususnya. Dan ini memang mempengaruhi persepsi para turis asing juga terhadap Denpasar," ucap dia.
Pihaknya pun sekarang masih dalam tahap observasi persepsi publik terhadap potensi penurunan penumpang ke Denpasar. "Bulan Agustus sendiri, mungkin impact-nya berkisar antara USD 1-2 juta dibandingkan apa yang sebelumnya kita bayangkan, baik itu Denpasar ke Lombok, maupun jumlah penumpang yang membatalkan (penerbangan ke Denpasar)," tutur dia.
Ia menyebut, penyebabnya lebih signifikan berasal dari penerbangan international. Meski penerbangan dari Lombok ke Denpasar, Surabaya, dan Lombok juga terpengaruh.
"Denpasar sendiri merupakan hub dari penerbangan international kita. Dan apa yang terjadi di Lombok, kita sayangkan tentunya, tetapi inilah yang terjadi mempengaruhi persepsi turis asing terhadap keamanan dan kenyamanan mereka untuk bisa berlibur di Denpasar atau di Bali," terangnya.
Garuda Indonesia pun berniat menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mengubah persepsi negatif mengenai wisata, terutama di Denpasar.
"Kita nanti kedepannya perlu membangun komunikasi juga bersama Kementerian Pariwisata yang dalam hal ini memang memiliki channel, anggaran kemampuan, untuk melakukan komunikasi. Jadi kita nanti bersama kemnepar berusaha mengubah persepsi publik dengan berbagai macam hal" ujarnya.
Reporter: Tommy Kurnia Rony
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Garuda Indonesia gandeng Kemenpar pulihkan pariwisata Lombok
Tips dapat tiket murah saat Garuda Indonesia Online Travel Fair
Garuda Indonesia Online Travel Fair fase 2 incar penjualan tiket Rp 185 miliar
Rayakan HUT RI ke-73, Garuda Indonesia beri diskon hingga 25 persen
Garuda Indonesia siapkan Airbus 330 perbesar akses Lombok
4 Strategi Garuda Indonesia hindari kerugian di 2018