Gara-gara Turki, nilai rupiah bisa meninggi
Rupiah diperkirakan bergerak di Rp 12.179-Rp 12.132 per USD.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan menguat. Sebabnya, aksi bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya untuk mengatasi pelemahan lira memberikan tambahan amunisi bagi mata uang negara berkembang lainnya untuk menguat.
"Termasuk laju rupiah yang terapresiasi setelah berada nyaman di zona merah," kata Analis Trust Securities Reza Priyambada, Kamis (30/1)
Topik pilihan: IHSG | bursa saham
Di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah diperkirakan bergerak di Rp 12.179-Rp 12.132 per USD. "Laju rupiah jauh berada di atas resisten Rp 12.241."
Bank sentral Turki menaikkan suku bunga acuannya ke level 10 persen dari sebelumnya 4,5 persen. Selain itu suku bunga overnight lending juga dinaikkan ke level 12 persen dari sebelumnya 7,75 persen dan overnight borrowing dari 3,5 persen ke level 8 persen.
Apresiasi rupiah juga terbantu dengan data-data makroekonomi Korea Selatan positif dan penaikan rating Morgan Stanley ke equalweight dari underweight.
Baca juga:
Rupiah belum bakal beranjak dari zona merah
Rupiah terimbas melemahnya mata uang regional
Rupiah diprediksi baru bisa menguat akhir 2014
Rupiah melemah terbatas, Rp 12.186- Rp 12.158 per USD.
Tren pelemahan Rupiah berlanjut