Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Rupiah diprediksi baru bisa menguat akhir 2014

Rupiah diprediksi baru bisa menguat akhir 2014 Uang Rupiah. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ekonom Standard Chartered Eric Sugandi memproyeksi, tekanan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah masih akan berlangsung hingga semester I tahun ini. Namun, menjelang akhir tahun, Rupiah akan kembali menguat.

"Jadi akhir tahun perkiraan Rupiah menguat, semester I forecast Rp 12.500 per USD, akhir tahun Rp 11.400 per USD," kata Eric di Jakarta, Senin (27/1).

Menurut Eric, depresiasi Rupiah dapat mengurangi tekanan terhadap defisit transaksi berjalan apabila Bank Indonesia membiarkan pergerakan Rupiah sesuai kondisi perekonomian yang berkembang.

"Kalau BI membiarkan level Rupiah sekarang, itu akan bisa mengurangi tekanan Current Account Defisit," jelas Eric.

Namun, lanjut Eric, kondisi ekonomi nasional masih diintai risiko lain yakni pemilu yang bisa menyebabkan investor asing mengambil langkah menunggu (wait and see). Dari faktor eksternal, ekonomi nasional dibayangi kebijakan tappering off dan kondisi emerging market yang sedang memburuk.

Oleh sebab itu, Eric memproyeksi, Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 50 basis poin di semester I 2014.

"Tapi semester II kami pikir kondisi akan lebih baik, karena tappering sudah di price in, kita sudah ada keputusan presidennya siapa, investor asing kan mau tak mau menerima kan," tutup Eric. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP