LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Gandeng BPH Migas, DPD ingin gunakan dana desa bangun SPBU Mini di daerah

"Bikin agen penyalur setiap desa minimal satu itu bersama BPH Migas, karena ada UU-nya di mana tempat-tempat tertentu BPH Migas bisa membuka izin-izin itu untuk membantu rakyat daerah."

2018-02-26 13:21:50
BPH migas
Advertisement

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang mendukung program sub penyalur BBM satu harga yang saat ini sedang digarap oleh Badan Pengatur Hilir (BHP) Migas. DPD katanya akan ikut mendukung program ini dengan membangun agen penyalur. DPD akan menggandeng BPH Migas dan Kementerian Desa.

"Bikin agen penyalur setiap desa minimal satu itu bersama BPH Migas, karena ada UU-nya di mana tempat-tempat tertentu BPH Migas bisa membuka izin-izin itu untuk membantu rakyat daerah," ungkapnya dalam pertemuan dengan BPH Migas di Kantor DPD, Jakarta, Senin (26/2).

"Kalau ini jadi program. Komite II (DPD) akan kerja sama dengan BPH migas mengembangkan sistem ini," lanjut dia.

Advertisement

Nantinya, investasi sub penyalur tersebut dapat di ambil dari alokasi dana desa. Hal ini juga menjadi salah satu cara mengawal penggunaan dana desa yang tepat sasaran. Selain itu, kata dia, program '1 desa 1 sub penyalur memberikan keuntungan tambahan masyarakat, seperti penciptaan lapangan kerja.

"Membangun lapangan kerja baru. Harga lebih murah. Kalau mereka (masyarakat) dapat dengan harga mahal, mereka ribut," ujarnya.

Dalam pandangan Osso, masalah di daerah itu masih dua yakni beras dan BBM. Kalau ini bisa kita atasi, maka akan menurunkan biaya pengeluaran rumah tangga. Sebab, masyarakat di desa saat ini harus menempuh jarak 20 Km untuk menemukan SPBU.

Advertisement

Program ini diharapkan dapat segera berjalan terutama di daerah-daerah terpencil. "Segera, kita bikin perjanjiannya dulu gimana nanti lagi diatur dengan BPH migas dengan komite 2, terserah perbatasan juga," tegas Osso.

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Ibnu Fajar mengatakan rencana DPD tersebut sejalan dengan upaya BPH untuk menyalurkan BBM ke daerah terpencil.

"Ada 150 daerah tertinggal yang itu fokus kami. Karena perekonomian di daerah itu bisa tumbuh kalau ada energi di situ. Kalau energi tidak ada itu sulit untuk tumbuh," kata dia.

Diharapkan dengan program ini jumlah sub penyalur BBM satu harga terus meningkat. "Sehingga target dalam 1 tahun 1.000 SPBU mini atau sub penyalur bisa terbangun," tandasnya.

Baca juga:
Jumlah SPBU belum mencukupi, BPH Migas siapkan sub penyalur BBM satu harga
Pemerintah naikkan target distribusi BBM satu harga di 2018 menjadi 73 titik
2018, pemerintah targetkan distribusi BBM satu harga di 54 titik
Pemerintah sambut jika SPBU Vivo ingin gabung program BBM Satu Harga
Jonan sebut BBM Satu Harga satu-satunya program strategis ESDM yang tercapai di 2017

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.