LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Fintech dinilai jadi salah satu kunci UKM Indonesia naik kelas

Chief Executive Officer International Finance Corporation (IFC), Philippe Le Houerou, mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih terhambat dalam mendapatkan kredit. Seharusnya, dengan regulasi yang tepat, industri fintech Indonesia dapat memberikan pembiayaan yang sangat dibutuhkan UMKM.

2018-07-31 12:17:56
Fintech
Advertisement

Chief Executive Officer International Finance Corporation (IFC), Philippe Le Houerou, mengatakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia masih terhambat dalam mendapatkan kredit. Seharusnya, kata dia, dengan regulasi yang tepat, industri fintech Indonesia dapat memberikan pembiayaan yang sangat dibutuhkan oleh UMKM.

Philippe mengatakan, pada 2017, kesenjangan keuangan untuk bisnis industri fintech ini diperkirakan mencapai USD 166 miliar atau 19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). "Terdapat 58 juta UMKM di Indonesia, yang mempekerjakan 89 persen tenaga kerja sektor swasta, dan berkontribusi hingga 60 persen dari PDB negara tersebut," ujarnya dalam Forum Inklusi Finansial FinTech Indonesia, di Jakarta, Selasa (31/7).

Secara keseluruhan, Philippe mengatakan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan inklusi finansial. "Indonesia telah mencapai kemajuan besar dalam inklusi keuangan, namun masih banyak yang harus dilakukan untuk menjembatani kesenjangan akses keuangan," imbuhnya.

Advertisement

Ketua Asosiasi FinTech Indonesia, Niki Luhur, mengatakan saat ini ada sekitar 235 perusahaan fintech yang beroperasi di Indonesia. Di mana lebih dari setengahnya didirikan dalam dua tahun terakhir. Sementara pembayaran digital oleh fintech telah mencapai nilai total transaksi sebesar USD 21 juta di Indonesia.

"Menurut Findex 2017, hanya 49 persen orang dewasa di Indonesia yang memiliki akses ke layanan finansial normal. Asosiasi fintech berkomitmen untuk membantu mendorong cita-cita strategis pemerintah Indonesia yaitu menyetarakan 75 persen masyarakat Indonesia ke dalam sistem finansial formal di 2018," ujarnya.

Dengan demikian, dirinya optimistis ke depan fintech dapat bekerjasama dengan institusi finansial yang ada untuk memperluas jangkauan dan secara signifikan dapat meningkatkan kecocokan produk dan pasar. "Industri fintech sudah meningkat dengan cepat dan sudah memiliki lebih dari 30 juta pemakai, lebih dari tiga juta agen menjangkau 350 negara atau kota," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Kemenkominfo bakal blokir aplikasi fintech ilegal di Indonesia
OJK: Mayoritas fintech ilegal di Indonesia berasal dari China
Satgas Waspada Investasi laporkan 227 fintech P2P ilegal ke Bareskrim
OJK: Waspada, 227 fintech tak kantongi izin resmi
Perusahaan fintech didorong lakukan edukasi keuangan ke masyarakat
TunaiKita sebut bantu masyarakat melek Fintech
Hingga Juni 2018, volume pembiayaan fintech capai Rp 7 triliun

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.