Fed Rate diprediksi bertahan, BI optimistis tatap ekonomi kuartal II
Kestabilan ekonomi menjadi angin segar karena kuartal II terdapat potensi adanya dana keluar negeri.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai rencana The Fed untuk mempertahankan tingkat suku bunganya memberi kestabilan ekonomi Indonesia kuartal ini. Kestabilan ekonomi menjadi angin segar karena kuartal II terdapat potensi adanya dana keluar negeri akibat pembayaran dividen perusahaan.
"Di AS ada pesan bahwa mereka akan menaikkan bunga dan diperkirakan lebih besar kemungkinannya di Juni atau Juli. Tetapi beberapa hari ini mereka mengatakan belum tentu akan menaikkan. Sehingga betul-betul membuat lebih tenang," ujar Agus saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (27/5).
Selain itu, faktor yang membuat BI optimistis ialah harga minyak dunia juga mulai menunjukkan peningkatan ke kisaran USD 50 per barel. Tak hanya dari AS, di Eropa, kemungkinan Inggris untuk bertahan di Uni Eropa turut memberi kestabilan ekonomi.
"Jadi kondisi seperti itu membuat dunia lebih tenang. Saya sambut dengan baik karena dampaknya ke Indonesia juga lebih positif," ungkapnya.
Baca juga:
2016, Bank Indonesia waspadai fenomena superdolar
BRI: Kenaikan suku bunga AS dongkrak penyaluran kredit migas
Bank Mandiri dukung keputusan BI pertahankan suku bunga acuan
Menengok antisipasi BI buat kenaikan suku bunga AS tak bergejolak
Kenaikan suku bunga AS sudah diprediksi sejak pekan lalu
Suku bunga AS naik, bank sentral bakal turunkan BI rate di 2016
Bos BEI nilai naiknya suku bunga AS bikin ekonomi lebih kondusif