Fakta Unik Pasar Murah Jatim, Pemprov Gencar Stabilkan Harga Pokok hingga Rp14.000/Kg
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) secara masif menggelar Pasar Murah Jatim di berbagai daerah untuk mengendalikan inflasi dan menjaga stabilisasi harga kebutuhan pokok, membuat masyarakat penasaran dengan dampak positifnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus menggalakkan kegiatan pasar murah kebutuhan pokok di berbagai kabupaten/kota. Langkah ini diambil sebagai strategi konkret untuk mengendalikan laju inflasi daerah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga stabilisasi harga bahan kebutuhan rumah tangga di tengah masyarakat.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa Pemprov Jatim aktif berkeliling melaksanakan kegiatan pasar murah. Pada satu kesempatan, pasar murah digelar serentak di Situbondo dan Bondowoso. Peninjauan langsung dilakukan Gubernur Khofifah di Pasar Hewan Seninan, Desa Kalimas, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada hari Sabtu.
Kegiatan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok. Dengan demikian, masyarakat dapat mengakses kebutuhan dasar dengan harga yang lebih terjangkau. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan bagi daya beli warga Jatim.
Strategi Pemprov Jatim Menekan Inflasi Melalui Pasar Murah
Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara agresif menjalankan program pasar murah sebagai upaya utama dalam menekan angka inflasi. Program ini dirancang untuk memastikan bahwa harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Gubernur Khofifah menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Dalam pelaksanaannya, pasar murah ini tidak hanya berfokus pada satu wilayah, melainkan menyebar ke berbagai kabupaten/kota secara bergantian. Pendekatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan manfaat pasar murah. Dengan demikian, lebih banyak masyarakat di Jatim bisa merasakan dampak positifnya secara langsung.
Gubernur Khofifah menyatakan, "Kegiatan pasar murah ini untuk memperluas jangkauan agar masyarakat bisa mengakses kebutuhan pokok semaksimal mungkin, sesuai dengan pemenuhan kebutuhan mereka." Pernyataan ini menunjukkan komitmen Pemprov Jatim dalam memastikan aksesibilitas pangan. Program ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kesejahteraan warga.
Harga Lebih Murah di Pasar Murah Jatim: Subsidi untuk Rakyat
Salah satu daya tarik utama dari Pasar Murah Jatim adalah harga bahan pokok yang jauh lebih murah dibandingkan di pasaran. Hal ini dimungkinkan karena adanya subsidi dari pemerintah provinsi. Subsidi ini diberikan untuk meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
- Gula: Dijual Rp14.000 per kilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp17.400 per kilogram.
- Beras SPHP: Dijual Rp55.000 untuk kemasan 5 kilogram (Rp11.000/kg), sementara harga di pasaran mencapai Rp62.500 per kemasan 5 kilogram (Rp12.500/kg).
- Daging Ayam Potong: Dijual Rp33.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang bisa mencapai Rp40.000 per kilogram.
- Minyak Kita: Dijual Rp13.000.
Perbedaan harga yang signifikan ini sangat membantu masyarakat, terutama kelompok rentan. Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini. "Tentu kegiatan semacam ini sangat membantu masyarakat di Situbondo, terlebih kebutuhan pokok yang dijual harganya jauh di bawah harga pasaran, terima kasih Ibu Gubernur," ujarnya.
Dampak Positif dan Bantuan Sosial di Situbondo
Kegiatan Pasar Murah Jatim di Situbondo tidak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga disertai dengan penyaluran bantuan sosial. Gubernur Khofifah, didampingi Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo, turut membagikan bantuan beras kemasan 5 kilogram. Bantuan ini ditujukan kepada masyarakat kurang mampu, lansia, dan ibu hamil.
Inisiatif ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan ekstra. Pembagian bantuan beras diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka. Selain itu, ini juga merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim untuk memastikan tidak ada warga yang kesulitan mengakses pangan.
Melalui kombinasi pasar murah dan bantuan sosial, Pemprov Jatim berupaya menciptakan jaring pengaman sosial yang kuat. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh wilayah Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk mewujudkan stabilitas ekonomi dan kesejahteraan yang merata.
Sumber: AntaraNews