Fakta Mengejutkan: 5.700 Desa Belum Terlistriki, Program Listrik Desa Bawa Harapan Baru untuk Warga Muba Sumsel
Pemerintah wujudkan janji! Program Listrik Desa dan BPBL hadir di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, membawa harapan baru bagi ribuan warga. Simak dampak perubahan hidup mereka!
Pemerintah Indonesia secara konsisten mewujudkan komitmennya dalam pemerataan akses energi hingga pelosok negeri. Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan listrik desa telah menyentuh warga di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Hal ini membawa angin segar bagi ribuan rumah tangga yang sebelumnya belum menikmati fasilitas listrik.
Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Dusun Sungai Putih, Desa Bandar Jaya, pada Kamis (16/10/2025). Inisiatif ini merupakan bagian dari pelaksanaan Astacita Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya adalah memastikan setiap warga negara memiliki akses listrik yang memadai.
Salah satu penerima manfaat, Ruslan (52), seorang petani sawit, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan tersebut. Ia kini dapat menikmati listrik 900 watt bersubsidi, yang tidak hanya menerangi rumahnya tetapi juga membuka peluang baru. Listrik menjadi simbol perubahan hidup dan harapan bagi keluarganya.
Listrik, Simbol Perubahan dan Harapan Baru
Ruslan, warga Bandar Jaya, menyatakan rasa syukurnya karena menjadi bagian dari penerima bantuan listrik. Ia mendapatkan meteran 900 watt bersubsidi dengan pulsa Rp100.000 yang dapat dipakai selama dua bulan. Bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga.
Bagi Ruslan, nyala listrik bukan sekadar penerangan, tetapi simbol perubahan hidup yang signifikan. Ia bercita-cita untuk dapat merasakan makan nasi yang dimasak dari magic jar dan memiliki kulkas agar bisa minum air dingin. Ini menunjukkan dampak listrik terhadap peningkatan kualitas hidup sehari-hari.
Lebih dari itu, Ruslan menambahkan bahwa listrik berarti harapan bagi masa depan keluarganya. Anak-anaknya kini bisa belajar lebih lama di malam hari, dan istrinya dapat menjahit pesanan hingga malam. Kehadiran listrik membuat rumahnya terasa lebih hidup dan produktif.
“Semoga bantuan ini membawa berkah bagi saya dan keluarga juga teman-teman saya, dan akan menambah semangat bagi orang tuanya untuk bekerja dan meningkatkan semangat anak-anak belajar dan mengejar impian mereka,” ujar Ruslan penuh harap.
Komitmen Pemerintah Wujudkan Keadilan Energi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerataan listrik adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Program listrik desa ini merupakan salah satu prioritas utama pemerintah. Tujuannya untuk memastikan seluruh wilayah terlayani.
Bahlil menjelaskan bahwa Kementerian ESDM menargetkan pada 2029-2030, semua desa sudah harus terlayani listrik. Saat ini, masih ada 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum memiliki akses listrik. Ini menjadi target utama yang harus diselesaikan pemerintah.
Program ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar rakyat. Bahlil sempat menahan haru saat mengenang masa kecilnya yang tidak memiliki listrik. “Saya adalah salah satu anak kampung yang sekolah SD enggak ada listriknya. Karena itu, saya tidak ingin kejadian pada masa kecil saya di kampung itu terjadi sekarang,” katanya.
Ia melanjutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat perhatian untuk memberikan layanan listrik sebagai bentuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Program BPBL dan listrik desa ini dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM.
Realisasi Program Listrik Desa di Sumatera Selatan
Pada tahun ini, puluhan ribu rumah tangga di seluruh Indonesia ditargetkan bisa menikmati akses listrik melalui program pemerintah. Upaya ini menunjukkan komitmen serius dalam mempercepat pemerataan energi.
Khusus di Sumatera Selatan, program listrik desa mencakup 11 desa dan dusun pada tahun anggaran 2025. Untuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), provinsi ini mendapat jatah 8.050 rumah tangga. Ini merupakan alokasi signifikan untuk wilayah tersebut.
Hingga pertengahan Oktober 2025, sekitar 5.500 rumah sudah siap sambung listrik. Sementara itu, 2.500 lainnya masih menunggu proses usulan dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Proses ini terus berjalan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.
Sumber: AntaraNews