LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Faisal Basri: Holding BUMN itu sesat, apalagi Pertamina caplok PGN

Menurutnya, Pertamina secara internal masih banyak carut marutnya. Dia menegaskan masih banyak mafia di tubuh Pertamina. Dari pada bicara holding, Faisal mengatakan akan lebih masuk akal jika meneruskan rencana PGN yang mengambil alih Pertagas yang notabene anak usaha Pertamina.

2017-03-08 11:21:04
Holding BUMN
Advertisement

Mantan Ketua Tim Reformasi dan Tata Kelola Migas, Faisal Basri masih terus mengkritik rencana Menteri BUMN Rini Soemarno yang ingin Pertamina mencaplok saham Perusahaan Gas Negara (PGN). Menurutnya, langkah ini sesat karena Pertamina masih banyak pekerjaan rumah alias PR untuk memperbaiki Good Corporate Governance (GCG).

"Holding BUMN itu sesat. Apalagi yang sektor migas di mana Pertamina mencaplok PGN," kata Faisal Basri di Jakarta, Rabu (8/3).

Menurutnya, Pertamina secara internal masih banyak carut marutnya. Dia menegaskan masih banyak mafia di tubuh Pertamina. Dari pada bicara holding, Faisal mengatakan akan lebih masuk akal jika meneruskan rencana PGN yang mengambil alih Pertagas yang notabene anak usaha Pertamina.

Advertisement

Akuisisi Pertagas oleh PGN, berawal dari keprihatinan Presiden Joko Widodo atas harga gas di dalam negeri yang relatif mahal, terutama gas untuk industri.

Lantas Presiden memerintahkan agar Pertagas (anak usaha Pertamina) diambil alih oleh PGN. Bahkan sampai awal November 2015, skema PGN mengambil alih Pertagas masih hidup dan tercantum dalam Roadmap Sektor Energi Kementerian BUMN.

Namun, tiba-tiba Kementerian BUMN memunculkan skema induk BUMN energi yang tak lama kemudian berubah nama menjadi industri BUMN Migas (Holding Migas).

Advertisement

"Malah makin tak jelas jika holding terbentuk," pungkasnya.

Baca juga:
Aturan holding BUMN dinilai sarat kepentingan pribadi
Holding BUMN ala Jokowi dinilai mampu ambil alih Freeport
Di revisi UU Migas, pemerintah diminta bentuk Badan Usaha Khusus
Faisal Basri: Holding BUMN itu jahat dan berbahaya
Sri Mulyani: Kata-kata jadi PT dalam PP 72 tidak memotong peran DPR

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.