Faisal Basri: Bank asing lebih banyak bantu warga miskin, bukan BRI
"Bank mana yang paling banyak menyalurkan kredit untuk orang miskin? Salah total kalau jawabannya BRI, BRI gak menyapa orang miskin, yang menyapa orang miskin bank BTPN."
Ekonom, Faisal Basri menyebut bahwa bank asing di Indonesia lebih banyak memberi fasilitas kredit bagi masyarakat miskin atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dibanding perbankan nasional.
"Bank mana yang paling banyak menyalurkan kredit untuk orang miskin? Salah total kalau jawabannya BRI, BRI gak menyapa orang miskin, yang menyapa orang miskin bank BTPN," kata Faisal dalam sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).
Faisal menjelaskan, Bank BTPN masuk menyasar segmen yang jauh lebih rendah dari Bank BRI. "BTPN itu masuk di segmen di bawahnya BRI," ujar Faisal.
"Gara-gara ada BTPN, BRI mengurangi suku bunga kredit. Kalau dulu BRI bunganya tinggi benar kayak lintah darat, karena ada pesaing diturunkan. Dulu 20-an 30-an persen (bunganya)," ujar Faisal.
Selain itu, di Jawa Barat bank yang paling getol memberi fasilitas kredit modal untuk UKM juga bank asing.
"Di Jawa Barat bank apa yang paling banyak menyalurkan untuk UKM? Bank Nusantara Parahyangan punya Jepang, kalau Bank BTPN sebagian punya Amerika sebagian punya Jepang," ungkapnya.
Sementara itu, bank yang paling banyak memberi fasilitas kredit untuk sektor manufakturing juga bank asing asal Jepang yaitu Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG).
"Bank mana yang paling banyak menyalurkan buat industri manufaktur? Bukan buat kredit motor kredit mobil gitu tapi buat industri manufaktur, namanya bank Mitsuhishi MUFG. Jadi asing yang melihat potensi, justru kita sendiri gak lihat. Oleh karena itu ayo kita buka ke mereka (bank lokal) sampai titik tertentu sehingga persaingannya lebih hebat," tegasnya.
Faisal menegaskan, keberadaan asing di perbankan Indonesia memang tidak boleh terlalu besar. Namun keberadaannya juga tidak mengganggu melainkan memberi manfaat lain bagi masyarakat.
"Ini kan jantung ya, industri industri keuangan kan jantung jadi jantung jangan diserahkan sepenuhnya kepada asing. Jadi kita lihat ke fungsinya, bukan siapa yang menyalurkan," tutupnya.
Baca juga:
Bank Mandiri beri keringanan nasabah korban bencana Palu dan Donggala
Kenaikan suku bunga BI dinilai berpotensi timbulkan kredit macet
Manajemen BNI sebut tak ada penjarahan mesin ATM di Palu
Lampaui target, BTN kantongi kredit baru Rp 8,7 triliun di ajang IPEX 2018
Bank Mandiri operasikan kantor cabang dan 6 unit ATM pascagempa di Palu
Terbukti bersalah, akuntan publik dan auditor PT SNP disanksi OJK