LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Fahri Hamzah Ingin Program 3 Juta Rumah Jadi Hunian Layak Berbasis Komunitas

Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swasaya (BSPS) berperan penting dalam menyediakan hunian yang layak.

Senin, 27 Jan 2025 11:48:00
3 juta rumah
Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia) (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mengajak untuk menyediakan hunian yang layak dengan pendekatan berbasis komunitas dalam rangka mendukung program pembangunan 3 juta rumah.

Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swasaya (BSPS), yang manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat.

"Pembangunan ini adalah bantuan yang bersifat komunitas karena ada andil baik dari warga penerima sendiri dan gotong royong dari warga untuk membantu membangunnya," ungkap Fahri Hamzah dalam keterangan tertulisnya pada Senin (27/1).

Fahri berharap bantuan rumah swadaya ini dapat memenuhi kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) agar mereka dapat memiliki tempat tinggal yang layak.

Advertisement

Program BSPS dilaksanakan di wilayah Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Sawangan pada tahun 2024, yang akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu Tahap 5, Tahap 15, dan Tahap 19. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hunian agar menjadi lebih layak, aman, dan nyaman.

"Rumah yang layak huni dalam pemberian bantuan rumah swadaya sejatinya memiliki 10 persen pencahayaan dari luas lantai, penghawaan 5 persen dari luas lantai, tersedianya sanitasi, air minum dan ketahanan bangunan serta menggunakan bahan bangunan yang ber-SNI," jelas Fahri.

Advertisement

Program Rusun bertujuan untuk mengatasi kawasan kumuh

Wakil Menteri PKP, Fahri Hamzah. (Foto: Liputan6.com/Tira Santia) © 2025 Liputan6.com

Dalam tinjauan lapangan terbaru, Fahri mengungkapkan bahwa pembangunan rumah susun (rusun) dapat menjadi salah satu alternatif untuk menata kawasan perkotaan dan mencegah munculnya daerah kumuh.

"Saya berkeinginan bahwa kota-kota yang ada kawasan kumuh tempat tinggalnya kita arahkan ke rumah susun, agar nantinya kawasan kumuh tersebut dapat berubah menjadi kawasan modern. Yang harus perhatikan adalah masalah sanitasi, apalagi di Yogyakarta yang semestinya sudah tidak ada lagi kawasan kumuh," ujarnya.

Fahri juga berharap bahwa pembangunan rusunawa untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ini dapat membantu warga kecil dalam memperoleh tempat tinggal yang layak, sembari mereka berusaha untuk memiliki rumah sendiri.

Sebagai contoh, ia menyoroti kehadiran Rusun MBR Bener yang terletak di Kota Yogyakarta. Rusun ini ditujukan untuk masyarakat dan pekerja di Kota Yogyakarta dengan total hunian mencapai 44 unit. Pembangunan ini terdiri dari satu tower dengan tiga lantai tipe 36, yang mampu menampung sekitar 176 orang.

Setiap unit di rusun ini dilengkapi dengan ruang tamu yang memiliki meja dan kursi, serta satu kamar tidur utama yang dilengkapi dengan tempat tidur besar dan lemari pakaian.

Selain itu, terdapat juga satu kamar tidur anak yang dilengkapi dengan ranjang susun dan lemari pakaian. Di dalam unit ini, terdapat satu kamar mandi yang dilengkapi dengan kloset duduk dan shower, serta dapur yang memiliki meja dapur, gras trap (perangkap lemak dapur), kitchen sink, tempat mencuci, dan area untuk menjemur pakaian.

Advertisement

Rusun MBR Bener Yogyakarta baru-baru ini mendapatkan penghargaan sebagai pengelolaan rusun terbaik dalam acara Hapernas 2023. Sebagai bentuk apresiasi, rusun ini juga menerima tambahan fasilitas baru, termasuk PJU tenaga surya, area parkir sepeda, toilet umum, dan paving untuk meningkatkan kenyamanan penghuni.

Berita Terbaru
  • Identifikasi Masih Berlangsung, RS Polri Minta Keluarga Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Lapor ke Posko DVI
  • Sorot Kekerasan di Daycare Yogyakarta, DPR Segera Panggil Mendikdasmen
  • RS Polri Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan di Bekasi, Keluarga Diminta Tunggu Hasil Identifikasi
  • Penjualan PT Mayora Indah Tbk Turun, tapi Laba Kotor Naik Jadi Rp2,49 Triliun
  • Kasus Daycare Little Aresha, Dokter Ungkap Bahaya Mengikat Kaki Bayi
  • 3 juta rumah
  • berita update
  • fahri hamzah
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
M
Reporter Maulandy Rizky Bayu Kencana, Arthur Gideon
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.