ESDM mulai susun Perpres percepatan pengembangan mobil listrik
"Mobil listrik akan menjadi salah satu pendorong berkembangnya Energi Baru Terbarukan (EBT), pasarnya juga harus turut mendorong, tapi semua itu harus diinisiasi oleh pemerintah," kata Anggota DEN, Abadi Poernomo.
Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyusun rencana Peraturan Presiden (Perpres) untuk percepatan pengembangan mobil listrik.
"Mobil listrik akan menjadi salah satu pendorong berkembangnya Energi Baru Terbarukan (EBT), pasarnya juga harus turut mendorong, tapi semua itu harus diinisiasi oleh pemerintah," kata Anggota DEN, Abadi Poernomo di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (4/8).
Selain untuk mendorong berkembangnya EBT, mobil listrik juga dinilai dapat mengurangi polusi CO2 dengan signifikan bila sudah dimaksimalkan oleh masyarakat luas.
Dia menjelaskan, di negara lainnya seperti Prancis, Inggris dan India sudah mengembangkan teknologi mobil listrik sebagai pengganti mobil berbahan bakar minyak.
Namun sumber tenaga dari mobil listrik diharapkan berasal dari EBT. Sebab kalau berasal dari PLN maka hal itu sama saja tidak memicu pengembangan EBT.
Sebelumnya, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mencari teknologi baterai yang tepat untuk merealisasikan pengembangan mobil listrik di Indonesia.
"Kalau dari (Kementerian) ESDM, kita lagi melihat soal baterai yang (jadi bagian) sensitif di (pengembangan) mobil listrik," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.
Menurut Arcandra, Kementeriannya mempertimbangkan teknologi baterai untuk mobil listrik yang bisa diganti di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). "Bisa kita ganti di sana dan mereka cas. Apalah namanya, kita sedang pikirkan".
Arcandra mengatakan relaksasi pungutan pajak untuk mobil listrik diharapkan dapat menggeliatkan industri otomotif untuk mau mengembangkan mobil listrik. "Relaksasi pajak itu di Kementerian Keuangan. Kita dorong agar industri mobil listrik ini suatu saat bisa terlaksana karena di luar negeri sudah berkembang pemakaiannya, sementara kita belum apa-apa," ujar dia.
Untuk itu, lanjutnya, jika memang ada hal yang bisa mendorong berkembangnya mobil listrik di masa depan, seperti stimulus, maka kita lakukan.
Baca juga:
Sinyal pemerintah Jokowi serius kembangkan mobil listrik nasional
Ini langkah Kementerian ESDM dukung proyek mobil listrik nasional
Arcandra sebut mobil listrik mampu kurangi emisi gas rumah kaca
Kadin klaim harga mobil listrik lebih murah dari konvensional
Wapres JK sebut panas bumi kunci kesuksesan rencana mobil listrik RI