Sinyal pemerintah Jokowi serius kembangkan mobil listrik nasional
Merdeka.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah akan mempersiapkan regulasi mengenai kendaraan listrik di Tanah Air. Hal ini merupakan kelanjutan dari keinginan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan untuk mengembangkan proyek mobil listrik.
"Ke depan itu mau tidak mau memang mobil listrik harus kita hitung, harus kita lihat. Karena semua akan mengarah ke sana. Oleh sebab itu, negara harus siap-siap, (siapkan) regulasi," kata Jokowi di Perkampungan Budaya Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/7).
Jokowi menuturkan Indonesia harus mengikuti perubahan-perubahan global. Tidak hanya perubahan global kendaraan, namun juga perubahan yang berkaitan dengan iklim dan lingkungan.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mendorong Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar serius untuk mengembangkan proyek mobil listrik. Dia ingin Indonesia bisa menjadi negara produsen mobil ramah lingkungan ini.
Dia menilai, selama ini BPPT baru sebatas membuat purwarupa atau prototype. Karenanya, dia berharap Indonesia bisa segera melakukan produksi mobil listrik secara besar-besaran.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan akan ada peraturan presiden (perpres) mengenai pengembangan mobil listrik di Indonesia. Mobil listrik menjadi salah satu upaya pemerintah mengurangi emisi karbon, serta mencapai target bauran energi baru dan terbarukan 23 persen.
"Mungkin 'pakai' perpres. Saya kira, melalui perpres. Sudah ada instruksi tertulis dari Presiden (Joko Widodo) bahwa pemerintah akan mendukung pengembangan mobil listrik," kata Menteri Jonan.
Ini empat sinyal pemerintah Jokowi serius garap mobil listrik nasional. Berikut seperti dirangkum merdeka.com.
Diproduksi 2020
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi M Nasir menargetkan mobil listrik nasional bisa diproduksi mulai tahun 2020. Terlebih lagi, Presiden Joko Widodo berencana akan mengeluarkan regulasi mengenai proyek ini."Yah siap produksi, harapannya begitu (2020 produksi). Yah nanti mobil listrik nasional. Dari awal masalah mobil listrik sudah selesai prototype sudah," kata Nasir di Kemenko Pulhukam, Selasa (1/8).Untuk mendukung itu, sebanyak empat perguruan tinggi dilibatkan untuk mengembangkan riset mobil listrik, yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mendorong Badan Pengembangan dan Penerapan Teknologi (BPPT) agar serius untuk mengembangkan proyek mobil listrik. Dia ingin Indonesia bisa menjadi negara produsen mobil ramah lingkungan ini.Dia menilai, selama ini BPPT baru sebatas membuat purwarupa atau prototype. Karenanya, dia berharap Indonesia bisa segera melakukan produksi mobil listrik secara besar-besaran.
Dorong geothermal untuk bahan bakar mobil listrik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWakil Presiden RI Jusuf Kalla mengatakan kebutuhan listrik akan semakin meningkat di masa yang akan datang. Apalagi pemerintah akan menghidupkan rencana mobil listrik nasional di Indonesia.Maka dari itu, menurutnya, Indonesia membutuhkan energi baru terbarukan untuk mendukung produksi listrik nasional. Salah satunya dari panas bumi. Sebab, energi fosil persediaannya akan semakin menipis."Energi akan mulai dipakai transportasi. Mobil listrik akan semakin berkembang," ujar Wapres JK saat membuka acara The 5th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition (IIGCE) 2017 di JCC, Jakarta, Rabu (2/8)."Dalam 10 tahun kan mobil listrik ini akan semakin banyak. Bahkan kalau satu juta mobil listrik berapa listrik yang dibutuhkan? Itu pasti cukup besar," tambahnya.Wapres JK mengatakan saat ini sumber energi dari fosil tidak dapat diandalkan lagi untuk memenuhi kebutuhan akan energi. Melihat kondisi tersebut, pemanfaatan geothermal merupakan satu-satunya cara yang harus gencar dilakukan terutama untuk menghasilkan listrik. "Sumber energi primernya akan beralih dari fosil ke geothermal," jelas JK.Wapres JK menambahkan Indonesia memiliki potensi geothermal yang cukup besar, terlihat dari banyaknya gunung merapi di Indonesia. Untuk itu, hal tersebut harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencukupi kebutuhan energi masyarakat Indonesia."Kita bersyukur bahwa Indonesia memiliki sumber energi yang berlimpah. Tuhan itu selalu adil, maka tinggi resiko selalu ada manfaat. Karena kita mempunyai gunung berapi jadi kita punya potensi geothermal, jadi selalu seimbang antara resiko dan manfaat," pungkasnya.
Dukung pengurangan emisi gas rumah kaca
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menilai proyek mobil listrik mampu mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini sesuai dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29-41 persen di tahun 2020."Mobil lsitrik itu, komponen yang tergantikan itu 25 persen, 75 persen itu yang biasanya. 75 persen itu berapa yang berasal dari petroleum product. Semua punya petroleum product," kata Arcandra di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (3/8).Dia menjelaskan, penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar adalah petroleum product. Di mana, petroleum product menjadi bahan baku dalam pembuatan berbagai produk, seperti baju dan produk rumah tangga.Meski begitu, pemerintah memang belum bisa mengurangi penggunaan petroleum product. Namun dengan adanya energi terbarukan, salah satunya dengan dibuatnya mobil listrik, secara perlahan emisi gas rumah kaca bisa berkurang."Untuk energi baru terbarukan itu membutuhkan fossil fuel, jadi untuk mengurangkan 100 persen itu belum," imbuhnya.
Bebaskan impor komponen mobil listrik
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar berjanji akan terus mendukung pengembangan proyek mobil listrik nasional. Ini bertujuan agar Indonesia tak tertinggal dengan negara lain."Kita mendorong agar industri mobil listrik agar saat berkembang pemakaiannya jangan sampai kita jauh tertinggal. Kalau ada hal-hal yang bisa kita dorong agar mobil listrik ini ke depannya menstimulasi," kata Arcandra di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (3/8).Salah satu langkah dukungan ESDM adalah dengan mencari teknologi yang akan digunakan sebagai baterai dari mobil listrik. Sehingga, masyarakat tidak perlu repot mencari tempat pengisian daya saat daya listrik mobil habis."Misalnya baterai, yang sensitif di mobil listrik. Nanti baterai seperti SPBU. Masuk ke sana, dia charge, diganti dengan yang baru. Ini sedang kita pikirkan," imbuhnya.Selain itu, pihaknya juga akan mendorong keluarnya regulasi mengenai proyek mobil listrik ini, berbentuk Peraturan Presiden. Setelah itu, pemerintah akan membebaskan bea masuk atau biaya barang mewah, baru kemudian proyek mobil listrik bisa berjalan."Kapan (proyek mobil listrik jalan)? Tentu regulasinya dulu kita buka. Perpres saja nantinya, tentang mobil listrik," pungkas Arcandra.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya