ESDM bangun 8 tangki penyimpanan BBM di daerah pelosok
"Tangki yang akan kita bangun ada di Mentawai, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat."
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana akan membangun 8 tangki penyimpan Bahan Bakar Minyak (BBM) di daerah-daerah terpencil. Pembangunan ini diharapkan dapat menekan harga bensin lebih murah di daerah pelosok Tanah Air.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja mengatakan, rencana pembangunan tangki ini juga sekaligus untuk mendukung keinginan presiden Joko Widodo dalam menyamakan harga BBM di seluruh wilayah Indonesia.
"Tangki yang akan kita bangun ada di Mentawai, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat," ujarnya di komplek DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/10).
Wirat menjelaskan, 8 tangki yang akan dibangun memiliki kapasitas sebesar 600 Kiloliter (KL). Kapasitas ini mampu menjaga pasokan BBM hingga 3 bulan, dan sudah cukup untuk menekan biaya logistik untuk mendistribusikan BBM di daerah pelosok.
Sebab, jika terlalu rutin mendistribusikan pasokan BBM, maka biaya logistik yang dikeluarkan akan semakin besar dan membebani menjadi lebih berat. "Kapasitasnya bervariasi, ada di kisaran 500 - 600 KL. Yang jelas itu untuk memenuhi kebutuhan selama 2-3 bulan," tuturnya.
Biaya pembangunan tersebut akan di alokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 136 miliar. Ditargetkan, dalam 2 tahun proyek tangki tersebut akan selesai dibangun.
"Proyek ini akan menggunakan APBN dengan anggaran Rp 136 miliar. Tapi ini 2 2 masakonstruksinya," pungkasnya.
Baca juga:
Cari solusi harga BBM merata, Jonan salah sebut ESDM jadi Kemenhub
Turunkan harga BBM, Jonan siapkan mekanisme bangun SPBU di Papua
Strategi ESDM tangkal kerugian Pertamina akibat harga BBM di Papua
Kondisi terkini usai Jokowi marah harga BBM di Papua Rp 100.000
Pertamina angkut BBM Papua gunakan pesawat kapasitas 4.000 liter