LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Erupsi Gunung Gamalama bikin harga pangan tak stabil

Empat jenis yang mengalami fluktuasi harga dan komoditas tersebut bawang merah, cabai rawit, tomat dan wortel.

2016-08-07 14:30:00
Harga Pangan
Advertisement

Cuaca buruk yang terjadi di Kota Ternate, Maluku Utara menyebabkan beberapa harga komoditas pangan menjadi tidak stabil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispridag) Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan harga sembako pasca Erupsi Gunung Gamalama mengalami fluktuatif.

"Ketidakstabilan harga ini diakibatkan dalam sepekan ini tejadi cuaca buruk dan sejumlah pemasok pangan mengalami keterlambatan pemasokan sehingga terjadi ketidakstabilan harga," kata Kepala Bidang Perdagangan (Disprindag) Kota Ternate, Chaerul Saleh Arif, dilansir dari Antara Maluku, Minggu (7/8).

Dari tujuh komoditas meliput 29 jenis hasil pertanian pangan yang dipantau Disperindag terdapat, empat jenis yang mengalami fluktuasi harga dan komoditas tersebut di antaranya bawang merah, cabai rawit, tomat dan wortel.

Advertisement

Dari 29 hasil pertanian yang mengalami fluktuatif seperti, bawang merah dari Rp 48.000 per kilogram (kg), menjadi menjadi Rp 50.000 per kg atau naik sebesar 4,17 persen, cabai rawit dari Rp 40.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg atau turun sebesar 37,50 persen, tomat dari Rp 14.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg atau naik sebesar 42,86 persen, wortel dari Rp 25.000 per kg menjadi Rp 20.000 per kg atau turun sebesar 20,56 persen.

Menurut Chairul, harga pangan tidak bisa menetap karena sektor ini tergantung dari pemasokan jika terdapat kelangkaan pada sektor pemasokan maka akan mempengaruhi pada harga pangan, dalam satu hari bisa naik bisa juga turun, karena bergantung pada pasokan.

"Jika permintaan pasar meningkat dan terjadi kelangkaan, maka otomatis harga akan melambung, karena para produsen yang mengambil barang dari luar juga sudah mengalami kenaikan harga dan pedagang menyesuaikan harga barang dari yang diperoleh dari luar yan mereka ambil," katanya.

Advertisement

Chairul juga menyatakan meski kondisi cuaca buruk, namun sektor kebutuhan pangan masih dapat dikendalikan, karena dari 29 jenis hasil pertanian hanya terdapat empat jenis yang mengalami fluktuatif.

Laporan: Aisyah

Baca juga:
Blusukan ke BSD, pembeli dan pedagang tak kenali Mendag Enggartiasto
Erupsi Gunung Gamalama, penutupan Bandara Ternate diperpanjang
Menunggu kepastian berangkat, penumpang menumpuk di Bandara Ternate
Presiden Jokowi sebut jalan rusak bikin harga barang mahal
Permainan tengkulak buat harga pangan tetap mahal usai Lebaran
Harga telur ayam di Ambon meroket, tembus Rp 4.000 per butir
Abu letusan Gamalama tutupi runway, Bandara Ternate ditutup Kemenhub

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.