LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. ENERGI

Eropa Diam-Diam Ternyata Incar Batu Bara Indonesia, Pemerintah Tak Tinggal Diam

Bahlil menilai, strategi Eropa untuk menekan produksi batu bara di Indonesia tersebut tidak adil.

Selasa, 03 Jun 2025 14:25:00
batu bara
Eropa Diam-Diam Ternyata Incar Batu Bara Indonesia, Pemerintah Tak Tinggal Diam (merdeka.com)
Advertisement

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menanggapi kritik Uni Eropa (UE) terkait penggunaan batu bara sebagai sumber energi listrik di Indonesia. Bahlil menyebut, jika diam-diam ada negara Eropa yang justru menginginkan ekspor batu bara mentah asal Indonesia.

"Kamu bilang kami enggak boleh pakai batubara? Oke. Tapi di saat bersamaan Eropa minta batu bara di negara kita," ujar Bahlil dalam acara Human Capital Summit 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Selasa (3/6).

Bahlil menilai, strategi Eropa untuk menekan produksi batu bara di Indonesia tersebut tidak adil. Ini dikarenakan posisi Uni Eropa yang lebih diuntungkan untuk mendapatkan sumber energi murah dari Indonesia untuk aktivitas industrinya.

"Jadi kita dikasih energi yang mahal, energi murahnya untuk mereka. Baru dibilang yang murah itu katanya kotor. Saya bilang nggak ada," ucapnya.

Advertisement

Bahlil menegaskan jika pemerintah telah memiliki peta jalan dalam mencapai transisi energi baru dan terbarukan (EBT). Menurutnya, pengunaan energi batu bara telah dipertimbangkan secara matang oleh pemerintah.

Dia mencontohkan, pemerintah telah mengembangkan Carbon Capture and Storage (CCS) untuk menekan emisi dari pembakaran batu bara. Teknologi ini bekerja untuk menangkap emisi karbon dioksida (CO2) dari proses pembakaran batu bara, kemudian memisahkan dan menyimpannya di tempat tertentu atau di bawah tanah untuk mengurangi dampak emisi CO2 ke atmosfer.

Advertisement

"Mau kotor, mau bersih, kita harus mempertahankan kedaulatan energi nasional kita. Dan sekarang kan sudah ada teknologi. PLTU itu kan bisa ditangkap carbon capture-nya. Bisnis baru lagi itu. Jadi jangan dikira kita nggak paham, udah paham betul ini barang," tandasnya.

Eropa Masih Ada yang Pakai Batu Bara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara dengan kapasitas 6,3 gigawatt (GW) hingga tahun 2034. Target tersebut tertuang dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, dari total rencana penambahan 69,5 GW kapasitas listrik nasional, sekitar 16,6 GW masih akan bersumber dari energi fosil, termasuk PLTU batu bara.

"Dan batu bara 6,3 GW, di Eropa aja masih ada pakai batu bara kok. Di Turki masih banyak pake batu bara. Kita aja yang terlalu kekinian," kata Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/5).

Bahlil menegaskan bahwa pemanfaatan batu bara masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik dengan biaya yang lebih terjangkau. Ia menilai tidak seharusnya penggunaan batu bara dipersepsikan negatif selama negara masih memerlukan.

"Jadi jangan dipersepsikan kalau batu bara itu haram. Jangan membedakan antara batu bara dengan energi baru terbarukan. Kalau memang dibutuhkan, penambahan pun tidak masalah," ujarnya.

Untuk menjawab kekhawatiran terhadap dampak lingkungan, Bahlil menyebut pemerintah akan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada PLTU batu bara. Teknologi ini berfungsi untuk menangkap dan menyimpan emisi karbon agar tidak mencemari atmosfer.

Advertisement

"Dengan perkembangan teknologi, batu bara ke depan akan menjadi batu bara bersih. Jangan sampai kita menganggap barang kita kotor agar bisa mengimpor barang ‘bersih’ yang mahal," jelasnya.

Berita Terbaru
  • Sindikasi dan AJI Ungkap Kerentanan Pekerja Kreatif dan Jurnalis di Indonesia
  • Kementan Pastikan Survei Investigasi Desain Program Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen
  • Jerman Tutup Persiapan Piala Dunia dengan Kemenangan atas AS, Kai Havertz Bintang Lapangan
  • Portugal Tundukkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba Penuh Drama Kartu Merah
  • Pengusaha Peringatkan Potensi PHK Massal di Industri Rokok
  • bahlil lahadalia
  • batu bara
  • berita update
  • ekspor batu bara
  • esdm
  • kementerian esdm
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
S
Reporter Sulaeman
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.