Erick Thohir Sebut Kepres Merger BUMN Sudah Diteken Jokowi
Nantinya, perusahaan BUMN akan mengalami konsolidasi, merger dan rasionalisasi untuk membuat kinerja BUMN secara keseluruhan lebih efektif serta menjadi bagian restrukturisasi.
Menteri Badan usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, Presiden Jokowi sudah menerbitkan Keputusan Presiden (Kepres) soal penggabungan perusahaan pelat merah. Nantinya, perusahaan BUMN akan mengalami konsolidasi, merger dan rasionalisasi untuk membuat kinerja BUMN secara keseluruhan lebih efektif serta menjadi bagian restrukturisasi.
"Kita terus melakukan restrukturisasi yang memang alhamdulillah kita sudah lakukan dari awal menjabat dengan konsolidasi, merger, dan rasionalisasi. Program ini didukung oleh Presiden, perpresnya sudah keluar kemarin," kata Erick dalam diskusi virtual, Rabu (20/5).
Seperti yang dikatakan, konsolidasi dan merger ini merupakan bagian restrukturisasi yang dijalankan Erick Thohir sejak awal dirinya menjabat. Dalam kondisi pandemi ini, Kementerian BUMN juga menjalankan beberapa strategi, seperti pengurangan belanja modal dan belanja operasional.
"Pada saat ini kita mengurangi capex dan opex, seperti PLN kemarin kita cut hampir Rp 39 triliun," ujar Erick.
Tak hanya itu, BUMN juga saat ini didorong untuk melakukan restrukturisasi utang, seperti yang dilakukan Inalum yang menerbitkan global bond untuk melunasi utang sebelumnya yang bunganya lebih tinggi.
Pihaknya juga akan melakukan transformasi terutama untuk membangun supply chain untuk membentuk ketahanan pangan dan ketahanan energi. "Kita juga harus melakukan momentum yang diminta Presiden, langsung mengenai transformasi, restrukturisasi harus terjadi," ujarnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mimpi Menteri Erick Thohir Akan Wajah Baru Gedung Sarinah Jakarta
Menteri Erick Berambisi Ubah Pelabuhan Benoa Laiknya Bandara Changi Singapura
Menteri Erick Usul Daging Ayam Masuk Bansos Untuk Naikkan Kembali Harga
Strategi IPC Hadapi The New Normal di Tengah Pandemi Corona
Erick Thohir Larang BUMN Ikut Tender Proyek di Bawah Rp14 Miliar
Susun Strategi, Erick Thohir Tak Mau Sektor Kesehatan RI Dipenuhi Produk Impor