Erick Thohir: Dalam 10 Tahun, BUMN Setor Pendapatan Rp3.295 T ke Negara
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam 10 tahun BUMN menyetorkan pendapatan Rp3.295 triliun ke kantong negara. Pendapatan ini dalam bentuk deviden, PNBP dan pajak.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, dalam 10 tahun BUMN menyetorkan pendapatan Rp3.295 triliun ke kantong negara. Pendapatan ini dalam bentuk deviden, PNBP dan pajak.
"Kalau kita lihat 10 tahun terakhir itu angkanya Rp3.295 triliun kepada pemerintah dalam bentuk deviden, PNBP lainnya dan pajak," kata Erick Thohir dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Rabu (8/7).
Dia merinci masing-masing substansi tersebut memiliki porsi yang berbeda terhadap pendapatan keseluruhan. Paling besar disetorkan oleh pajak sebesar 54 persen atau sekitar Rp1.872 triliun.
"Disitu kalau kita lihat secara pajaknya 54 persen atau Rp1.872 triliun, PNBP ada Rp1.035 triliun atau 35 persen dan devidennya adalah 11 persen atau Rp388 triliun," terangnya.
Kondisi pendapatan tersebut berbanding terbalik dengan modal dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan oleh pemerintah. "Kalau kita bandingkan dengan PMN adalah 4 persen atau Rp147 triliun," jelasnya.
Sementara itu, untuk 2020 hingga 2024 PMN dan pendapatan direncanakan akan seimbang sebab semakin banyak pekerjaan yang digarap oleh BUMN. "Sekarang kok deviden dan PMN nya seimbang. Memang banyak penugasan BUMN yang selama ini dilihat sangat penting," tandasnya.
Baca juga:
Erick Thohir: Data Kemenkes, 90 Persen Pasien Covid-19 Meninggal Tidak Mau Divaksin
Bio Farma Target Vaksin BUMN Kantongi Izin Darurat BPOM di Maret 2022
Vaksin Merah Putih Ditargetkan Mulai Produksi April 2022
Komisi VI DPR Minta BUMN Farmasi Produksi Habis-habisan Obat Terapi Covid-19
Ditanya Kemungkinan Produksi Gas Oksigen, ini Jawaban BUMN Farmasi
Kimia Farma: 500 Paket Obat Gratis Sudah Dikirim ke Pasien Isoman