Emil Dardak: Industri Jatim Tahan Guncangan Global, Sektor Plastik Paling Terdampak
Menurutnya, sejak tahun lalu pelaku usaha telah melakukan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika perang dagang global.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyebut dampak konflik global terhadap industri di Jawa Timur mulai terasa, terutama pada sektor plastik yang mengalami kenaikan harga signifikan.
"Yang menjadi concern saat ini adalah plastik karena mengalami peningkatan harga yang paling terlihat dan signifikan," ujar Emil, di Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (16/4).
Meski demikian, ia menegaskan para pelaku industri di Jawa Timur tidak mengalami kepanikan berlebihan. Menurutnya, sejak tahun lalu pelaku usaha telah melakukan diversifikasi pasar ekspor sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika perang dagang global.
"Upaya diversifikasi ini sudah berjalan, jadi bukan sesuatu yang baru dimulai sekarang," katanya.
Dunia Usaha
Emil menjelaskan, dunia usaha di Jawa Timur sudah terbiasa menghadapi berbagai guncangan ekonomi. Hingga saat ini, belum ada pelaku industri yang menyatakan kondisi force majeure akibat tekanan global.
"Sampai hari ini belum ada yang menyatakan force majeure," tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, tidak serta-merta memberikan intervensi langsung seperti menanggung kerugian pelaku usaha. Namun, pemerintah berperan aktif dalam memberikan fasilitasi sesuai kebutuhan industri.
Ia mencontohkan, jika dampak krisis berimbas pada tenaga kerja, pemerintah siap melakukan mediasi. Begitu pula dalam hal komunikasi dengan perwakilan negara asing atau sektor perbankan, pemerintah daerah akan menjembatani koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
"Biasanya mereka membutuhkan fasilitasi, bukan bantuan langsung seperti menutup kerugian," ujarnya.
Menjaga Stabilitas
Emil juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di tingkat masyarakat sebagai fondasi kelancaran sektor industri. Ia mengapresiasi langkah aparat penegak hukum yang menindak penimbunan bahan bakar minyak (BBM) dan pengawasan distribusi LPG.
Menurutnya, gangguan pada distribusi energi di tingkat bawah dapat berdampak langsung pada kelancaran aktivitas industri secara keseluruhan.
"Kalau terjadi kekacauan di level masyarakat, itu akan menular ke kelancaran ekonomi dan industri," katanya.
Tantangan Global
Meski dihadapkan pada tantangan global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis sektor industri tetap mampu bertahan. Emil pun berharap kondisi ekonomi tetap stabil sehingga dunia usaha dapat melewati tekanan global yang ada.
"Kita berdoa semoga bisa melalui badai ini," katanya.