Ekspor kopi di TEI capai nilai USD 55,30 juta, terbesar untuk Mesir
Ekspor kopi di TEI capai nilai USD 55,30 juta, terbesar untuk Mesir. Nilai ekspor terbesar berasal dari PT Asal Jaya dengan Hassan Haggag asal Mesir yang menyepakati kontrak senilai USD 20,63 juta. Sementara, penjualan yang diperoleh stan-stan kopi selama empat hari pameran TEI mencapai USD 33,2 juta.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai transaksi ekspor kopi nusantara di Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 mencapai USD 55,30 juta. Nilai ekspor terbesar berasal dari PT Asal Jaya dengan Hassan Haggag asal Mesir yang menyepakati kontrak senilai USD 20,63 juta.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Arlinda, mengatakan kopi Indonesia terbukti memiliki kualitas yang sangat baik sehingga menarik buyer mancanegara yang datang ke pameran ini.
"Kopi Indonesia nyatanya sangat bagus dan menarik para buyer yang kami datangkan dari berbagai negara. Transaksi yang diperoleh berasal dari transaksi yang terjadi di lantai pameran dan juga kontrak dagang," jelas Arlinda dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (16/10).
Arlinda menyampaikan, penjualan yang diperoleh stan-stan kopi selama empat hari pameran TEI mencapai USD 33,2 juta. Transaksi yang diperoleh paling banyak dari Malaysia sebesar USD 20 juta.
"Korea Selatan USD 4 juta, Mesir USD 4 juta, Palestina USD 2 juta, Belgia USD 1,7 juta, dan sisanya dari negara
lain," urai Arlinda.
Selain itu, penandatanganan kontrak ekspor senilai USD 22,10 juta dilakukan antara tiga perusahaan kopi nasional dengan buyer asing asal Mesir, Belgia, dan Jepang.
Perusahaan-perusahaan tersebut yaitu PT Asal Jaya dengan Hassan Haggag asal Mesir menyepakati kontrak senilai USD 20,63 juta. PT Aneka Coffee Industry dengan Itochu Corp. asal Jepang menyepakati kontrak senilai USD 275.000. Serta, PT Javanero dengan Javanusa asal Belgia menyepakati kontrak senilai USD 1,2 juta.
Baca juga:
Masalah relaksasi ekspor sampai Freeport jadi PR berat Menteri Jonan
Kebijakan impor ayam RI digugat Brasil di WTO, ini kata Kemendag
Menperin sebut impor tidak akan efektif turunkan harga gas
Kemenperin sebut nilai ekspor ke Amerika Latin masih kecil
Tingkatkan daya saing, Pemerintah minta UKM ciptakan produk baru