Ekspor Indonesia Oktober 2018 USD 15,80 Miliar, Naik 5,87 Persen Dari September
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan sektor migas menyumbang ekspor USD 1,48 miliar. Sementara non migas menyumbang USD 14,32 miliar. Secara per sektor dibanding bulan sebelumnya, ekspor Indonesia dari pertanian menurun sebesar 0,92 persen dan mencatat nilai USD 0,3 miliar.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Oktober 2018 sebesar USD 15,80 miliar. Angka tersebut naik 3,59 persen dibanding Oktober 2017 dan naik 5,87 persen dibanding September 2018.
Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan sektor migas menyumbang ekspor USD 1,48 miliar. Sementara non migas menyumbang USD 14,32 miliar.
"Ada kenaikan pada ekspor migas yaitu pada nilai gas. Sementara pada nilai hasil minyak dan minyak mentah turun," ujar Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (15/11).
Secara per sektor dibanding bulan sebelumnya, ekspor Indonesia dari pertanian menurun sebesar 0,92 persen dan mencatat nilai USD 0,3 miliar. Kemudian, industri pengolahan naik 6,40 persen mencatat nilai USD 11,59 miliar.
"Pertambangan turun 0,58 persen secara month to month (MTM). Sehingga, ekspor non migas menyumbang 90,62 persen dari total ekspor Oktober 2018," jelasnya.
Baca juga:
Kritik-kritik Keras Keluarga Soeharto pada Pemerintahan Jokowi
Sejak 2015, Ekspor Sektor Peternakan RI Capai Rp 30 Triliun
Cegah Harga Telur Naik, Kementan Didesak Segera Keluarkan Rekomendasi Impor Jagung
Penjelasan Menko Darmin Soal Pelebaran Defisit Transaksi Berjalan Capai USD 8,8 M
Pekan Depan, Pemerintah Terbitkan Aturan Baru Devisa Hasil Ekspor
Jagung Impor bakal di Jual Rp 4.000 per Kg ke Peternak Mandiri
Pengusaha Keluhkan Persaingan Tak Sehat di Industri Besi Baja