LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ekonom prediksi Bank Indonesia kembali naikkan suku bunga acuan 25 basis poin

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, memperkirakan Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Hal ini menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed).

2018-06-15 18:00:52
Perbankan
Advertisement

Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani, memperkirakan Bank Indonesia akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Hal ini menyusul kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed).

"Menurut saya bisa menaikkan 25 basis poin lagi. Saya rasa tidak ada masalah menaikkan suku bunga, karena kita lihat The Fed juga menaikkan (suku bunga acuan)," ungkapnya ketika ditemui di kediaman Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jakarta, Jumat (16/6).

Lebih lanjut, Aviliani mengatakan masyarakat tidak khawatir jika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga, maka serta merta akan diikuti oleh kenaikan bunga kredit. "Saya rasa tidak perlu takut dengan naiknya suku bunga, kredit akan turun, bahwa nilai tukar stabil itu jauh lebih penting," katanya.

Advertisement

"Kalau nilai tukar rupiah stabil, itu dari sisi suku bunga masih ada persaingan dari sisi suku bunga perbankan. Jadi, enggak otomatis suku bunga kredit naik. Dan persaingan antarbank menurut saya luar biasa. NIM (net interest margin) juga sudah jauh semakin tipis," tambahnya.

Aviliani menambahkan saat ini upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah harus lebih didahulukan. Sebab stabilitas nilai tukar rupiah akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi.

"Kalau dilihat dari Pak Perry (Gubernur BI, Perry Warjiyo) ini kan yang penting jaga stabilitas dulu. Boleh sih pertumbuhan dengan stabilitas, tapi yang mana duluan. Pak Perry saya lihat menjaga stabilitas, nanti diikuti pertumbuhan. Saya rasa pasar mulai yakin BI sangat independen. Dan tidak selalu ikut pemerintah," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Bos OJK beberkan tips agar perbankan kuat di tengah guncangan kondisi global
The Fed kembali naikkan suku bunga acuan
Bos Jamkrindo: UMKM tidak terlalu peka dengan suku bunga
Sejak kenaikan suku bunga, dana asing masuk Indonesia tembus Rp 13 triliun
Likuiditas masih terjaga, BNI tak akan buru-buru naikkan suku bunga
Dampak ke pasar modal setelah BI naikkan suku bunga acuan
BTN belum putuskan naikkan suku bunga perbankan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.