Sejak kenaikan suku bunga, dana asing masuk Indonesia tembus Rp 13 triliun
Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan arus dana masuk atau capital inflow ke Indonesia usai kenaikan BI 7-Days Reverse Repo Rate ke level 4,75 persen mencapai Rp 13 triliun. Dana tersebut mulai masuk sejak 24 Mei 2018.
"Kalau perhitungan kami sudah Rp 13 triliun sejak 24 Mei itu inflow masuk khususnya ke surat berharga negara dan ini menambah confidence ke pasar," ujarnya di Gedung DPR-MPR, Jakarta, Selasa (5/6).
Perry mengatakan, nilai tular Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat per hari ini mulai menunjukkan penguatan Rp 13.868 per USD dari angka tempo hari pada 23 Mei 2018 hampir tembus Rp 14.400 per USD.
Perry mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga terus melakukan langkah intervensi untuk menarik dana yang sempat keluar. Salah satunya melalui lelang.
"Pemantauan kami sejak 24 Mei inflow sudah mulai masuk terutama inflow ke SBN sudah mulai masuk dan itu menambah pasokan di pasar valas. Dan alhamdulillah Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan) juga melakukan lelang dan pemenangan lelang makin tinggi," tandasnya.
Perry menambahkan, bank sentral bersama pemerintah akan terus menjaga nilai tukar Rupiah. Bersamaan dengan hal tersebut, Bank Indonesia juga akan turut serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui berbagai instrumen.
"Kemarin kami lakukan kenaikan suku bunga memang untuk mengembalikan stabilitas nilai tukar dan alhamdulillah sekarang nilai tukar relatif stabil, tapi kami juga pastikan bahwa empat instrumen yang lain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya