LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

E-commerce RI tumbuh pesat, tapi transaksinya masih belum tercatat

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Firman Mochtar menambahkan, meski pertumbuhan e-commerce akan meningkat, namun hal ini harus tetap menjadi perhatian pemerintah. Mengingat, masih banyak transaksi dari e-commerce tersebut yang belum tercatat oleh negara.

2017-08-14 13:44:46
E-commerce
Advertisement

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio memprediksi e-commerce di Indonesia akan tumbuh pesat dan menguasai 9 persen e-commerce dunia di 2020 mendatang. Hal ini bukan tidak mungkin karena banyaknya masyarakat yang mengubah mekanisme pembeliannya dari offline menjadi online.

"E-commerce itu (transaksi) meningkat 53 persen pertumbuhannya. Tadi USD 3,56 miliar di 2016, sekarang sudah USD 4,5 miliar. Di dunia tadinya kita cuma 0,4 persen, lalu diproyeksikan akan menjadi 9 persen di dunia tahun 2020. Ini bukan hanya food," kata Tito di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (14/8).

Deputi Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia (BI), Firman Mochtar menambahkan, meski pertumbuhan e-commerce akan meningkat, namun hal ini harus tetap menjadi perhatian pemerintah. Mengingat, masih banyak transaksi dari e-commerce tersebut yang belum tercatat oleh negara.

Advertisement

"Ada potensi yang belum tertangkap dari perilaku konsumsi. Memang betul nilai dari produksi tidak bertambah karena barangnya sudah tertangkap, tapi akan ada nilai tambah lain yang tidak kita lihat di sektor perdagangan karena ini tidak tercatat," jelas Firman.

Menurutnya, e-commerce bisa menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Tanah Air, namun hal tersebut tergantung dari asal barang yang diperjualbelikan dari e-commerce tersebut. Dengan demikian, dia meminta agar pemerintah mengatur agar e-commerce bisa memanfaatkan produk dalam negeri, sehingga perekonomian Indonesia akan terus berputar.

"Kalau ini ditopang oleh impor ini jadi masalah. Tapi kalau ini ditopang oleh produksi domestik, ini menjadi lebih baik. Jadi tantangan kita bagaimana membangun basis produksi domestik yang bisa menopang konsumsi rumah tangga," imbuhnya.

Advertisement

Baca juga:
Asosiasi akui jual beli online tahun ini tumbuh hingga 50 persen
Mudahkan momen Idul Adha, Tokopedia gandeng lembaga penyalur kurban
OLX dukung pemanfaatan big data untuk penelitian
Jokowi: Waspadai kemajuan teknologi yang semakin memanjakan konsumen
Perpres road map e-commerce ketok palu

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.