Dwelling time Pelabuhan Belawan turun jadi 4,1 hari
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan lamanya dwelling time di Pelabuhan Belawan, Medan, dikarenakan hanya ada satu crane yang berfungsi. Namun saat ini sudah tidak lagi karena crane dari Pelindo I yang rusak sudah kembali berfungsi.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan waktu bongkar muat barang atau dwelling time di tiga pelabuhan besar di Indonesia sudah semakin membaik, yaitu di Belawan-Medan, Tanjung Priok Jakarta, dan Tanjung Perak Surabaya.
Seperti dwelling time di Pelabuhan Belawan, Medan yang mengalami penurunan dari 7 hari menjadi 4,1 hari.
"Sudah diketahui berapa hari dwelling time sudah membaik pelindo I sudah 4,1 hari. Pelindo II sudah 3,2 hari. Pelindo 3 saya lupa . Pelindo IV malah 2,4 hari," ujarnya di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (7/10).
Dia menambahkan, lamanya dwelling time tersebut dikarenakan hanya ada satu crane yang berfungsi. Namun saat ini sudah tidak lagi karena crane dari Pelindo I yang rusak sudah kembali berfungsi.
"Pelindo 1 menyatakan memiliki 6 crane dan berjalan dengan baik. Jadi kalau dulu kita ketahui ada crane yang tidak berjalan sekarang sudah berfungsi," imbuhnya.
Selain itu, Kementerian Perdagangan juga turut membantu menurunkan dwelling time dengan mengubah perizinan sistem online dari 74 item perizinan sudah dibebaskan sebanyak 60 item.
"Memang ada suatu catatan bahwa PTSP Medan belum ada, tapi belum ada pun ada kemajuan dari 7 hari menjadi 4,1 hari ini kemajuan luar biasa," pungkas Budi.
Baca juga:
Menhub Budi sebut pemerasan di pelabuhan tak hanya terjadi di Medan
Menhub Budi duga dua tersangka dwelling time jadi calo di Belawan
Humas Hubla selaraskan pemahaman pengelolaan informasi & dokumentasi
Dorong Pariwisata Natuna, Kemenhub Kembangkan Bandara Ranai
Ditjen Hubla siapkan standar keselamatan kapal mesin tempel
Indonesia kembali gagal jadi anggota ICAO, ini respons Menhub Budi
Enam kali berturut-turut Indonesia gagal jadi anggota ICAO