Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menhub Budi duga dua tersangka dwelling time jadi calo di Belawan

Menhub Budi duga dua tersangka dwelling time jadi calo di Belawan Budi Karya Sumadi. ©twitter.com

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menduga dua tersangka dalam kasus bongkar muat barang atau dwelling time di Pelabuhan Belawan, Medan terkait percaloan. Hal itu menyebabkan operasional bongkar muat menjadi lebih lama hingga mencapai 10 hari.

"Dephub mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polda Sumatera Utara, dimana ada sudah tertangkap oknum yang melakukan suatu upaya upaya yang tidak legal, memang ini kita menggunakan azas praduga tidak bersalah. (Perbuatannya) Percaloan yang mengakibatkan biaya tinggi terhadap logistik," ujar Budi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (7/10).

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan upaya-upaya penyelidikan terhadap kasus dwelling time. Terlebih di pelabuhan-pelabuhan besar seperti Jakarta, Medan dan Surabaya.

"Untuk itu, Dephub mengingatkan kepada pihak-pihak yang melakukan tindakan yang tidak sepatutnya itu agar tidak melakukan, karena ada inisiasi dri pemerintah untuk memperbaiki kualitas dripada pelabuhan dan logistik kita," kata Budi.

Namun, dia belum bisa memastikan adanya keterlibatan dari Kementerian Perhubungan. Akan tetapi, Budi memberikan kewenangan sepenuhnya kepada kepolisian untuk ditindak.

"Ada dua oknum, bisa oknum swasta bisa oknum dari Dephub, atau siapa, tapi itu oknum kita belum tahu persis. Besok kita akan dapat kabar lebih detail," imbuhnya.

Sebelumnya, Polisi menetapkan dua tersangka terkait kasus dwelling time di Pelabuhan Belawan, Medan. Keduanya masih diperiksa intensif di Polda Sumatera Utara.

Kedua tersangka diduga telah melakukan pemerasan sehingga membuat waktu tunggu bongkar muat kapal menjadi lebih lama. "(Tersangka) masih diperiksa penyidik," kata Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Rina Sari Ginting, Rabu (5/10).

Rina belum mau merinci identitas kedua tersangka. Alasannya, kasus itu akan dipaparkan di Mapolda Sumut, Kamis (6/10) besok. "Kita rilis besok pukul 10.00 WIB. Nanti semua akan dijelaskan, termasuk inisial (identitas) tersangka," sebutnya.

Kedua tersangka dikabarkan diringkus tim gabungan di Medan pada Selasa (4/10) kemarin. Mereka ditengarai meminta uang sebagai kompensasi untuk mempercepat proses bongkar barang.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP