Dunia di ambang perang tarif pajak, ini respons Sri Mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui bahwa rencana negara-negara besar ini sempat menjadi perdebatan di pertemuan G-20. Sebab, dikhawatirkan timbul perang tarif antara negara dunia.
Sejumlah negara dunia seperti China, India, hingga Amerika Serikat berencana mereformasi kebijakan perpajakannya guna menarik investasi. Salah satu langkah yang diambil ialah dengan memangkas tarif pajak.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui bahwa rencana negara-negara besar ini sempat menjadi perdebatan di pertemuan G-20. Sebab, dikhawatirkan timbul perang tarif antara negara dunia.
"Apapun arah yang dilakukan India, China, Indonesia, Amerika, semua dalam rangka setiap negara memiliki kebutuhan mengumpulkan penerimaan pajak di satu sisi. Tapi di sisi lain mereka juga ingin menjaga momentum ekonomi," ujar menkeu saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (27/4) malam.
Terkait Indonesia, lanjutnya, saat ini belum berencana menurunkan tarif pajak. Sejauh ini fokus pemerintah baru pada pembahasan Rancangan Undang Undang (RUU) Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Selanjutnya baru diajukan RUU Pajak Penghasilan (PPh) dan RUU Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Diharapkan dengan pembahasan ini (KUP) kita bisa membuat suatu situasi pengelolaan dari administrasi perpajakan yang lebih efektif dan efisien. Tidak membebani wajib pajak tapi juga simpel untuk para fiskus kita dalam menjalankan tugasnya," jelasnya.
Baca juga:
Bos BI puji Tax Amnesty jadi tersukses di dunia & jaga ekonomi 2016
Ditjen Pajak pastikan masa lapor SPT perusahaan hingga 30 April 2017
Per 25 April 2017, hampir 11 juta wajib pajak lapor SPT
Kapolda Riau sebut tersangka kasus korupsi pajak 2 orang bukan 4
Petugas bongkar aksi makelar pajak tanah di Malang