Dua Menteri Sidak ke Pasar, Harga Cabai Masih Pedas di Rp 100 Ribu per Kg
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa secara keseluruhan, ketersediaan stok pangan masih dalam kondisi yang melimpah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso, melakukan kunjungan langsung ke Pasar Minggu untuk memeriksa harga dan ketersediaan bahan pokok pasca perayaan Idulfitri.
Zulkifli, yang akrab disapa Zulhas, menyatakan secara umum, stok pangan masih berlimpah dan dalam keadaan aman. Ia mengungkapkan bahwa berbagai komoditas penting seperti beras, ayam, telur, dan sayuran tersedia dalam jumlah yang memadai di pasar.
"Persediaan banyak, beras banyak, ayam stoknya banyak, telur banyak, sayur-sayuran banyak, walaupun mungkin pedagang belum 100% ya, mungkin sudah 60-70% yang buka," ucapnya di Pasar Minggu pada Sabtu (28/3/2026).
Mengenai harga, Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa terdapat variasi di antara beberapa komoditas. Beberapa harga mengalami penurunan, sementara yang lain sedikit meningkat. Ia mencatat bahwa harga telur relatif stabil, tetapi harga ayam mengalami kenaikan yang tipis. Untuk cabai, terdapat perbedaan yang signifikan; cabai merah keriting mengalami penurunan harga, sementara cabai rawit merah sempat mencapai kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu per kilogram.
"Cabai merah disebut cabai setan ya, saking mahalnya naik dia, karena pedas katanya, itu naik harganya," ujarnya. "Cabai merah, iya yang kecil yang segini, itu yang paling mahal, iya itu tadi Rp100-an (Rp100.000-an) harganya," lanjutnya. Sementara itu, harga cabai lainnya tercatat sekitar Rp50.000 per kilogram di pasar.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau harga dan distribusi pangan secara berkala. Ia juga merencanakan untuk mengunjungi beberapa daerah lain seperti Lampung dan Jawa Tengah dalam waktu dekat untuk memastikan bahwa stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga di berbagai wilayah Indonesia.
Perang Tidak akan Mempengaruhi Pasokan Pangan di Indonesia
Sebelumnya, Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan menegaskan bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak akan berdampak langsung terhadap pasokan pangan di Indonesia. Dia juga menambahkan bahwa harga pangan saat ini cenderung stabil.
Zulkifli menjelaskan, Indonesia tidak melakukan impor pangan dari kawasan Timur Tengah, sehingga gejolak yang terjadi di Selat Hormuz tidak mempengaruhi pasokan dan harga pangan di Tanah Air.
"Perang Timur Tengah itu soal makanan tidak berdampak kepada kita. Karena kita tidak ada impor apapun dari Timur Tengah soal makanan," tegas Zulkifli di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Berkenaan dengan potensi dampak dari lonjakan harga minyak dunia terhadap harga pangan, Zulkifli menyatakan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan produksi lokal.
"Ya sementara perintah Bapak Presiden, produksi kita harus ditingkatkan. Makanya ini kan Bapak Presiden kita bersyukur ya, sudah memperkirakan ini akan terjadi," ujarnya. Selain itu, pemerintah juga telah mempersiapkan langkah-langkah untuk menjaga pasokan pangan dalam negeri. Upaya untuk memperkuat ketahanan pangan lokal terus dilakukan, terutama setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan beras dalam waktu yang relatif singkat.
"Tahun ini kita akan besar-besaran bangun, apa namanya, untuk protein. Ada tambak, ada enam yang akan dibangun Agrinas untuk pakan, dan ayam-petelur dan penggemuk ayam, ada enam. Termasuk di tempat saya di Lampung, ada di Jawa Timur, dan sebagainya. Jadi kita sudah antisipasi jauh," tuturnya.
Harga Pangan Tetap Terjaga
Menjelang Lebaran 2026, Zulkifli memastikan bahwa harga pangan di pasar tetap stabil. Ia juga menegaskan bahwa ketersediaan pasokan pangan mencukupi.
"Jadi lebaran, puasa-lebaran, alhamdulillah stok pangan kita lebih dari cukup, tersedia, harga terjangkau," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa meskipun ada kenaikan harga cabai, saat ini harga tersebut sudah mulai menunjukkan penurunan. Selain itu, harga telur juga masih berada dalam batas acuan yang ditentukan.
"Memang ada yang naik cabai, tapi sekarang sudah cendung turun. Telur juga, tapi masih dalam harga acuan, masih dalam batas harga acuan," tambah Zulkifli Hasan.