Dua kali Pemilu sukses bawa IHSG bergerak positif
BEI pede IHSG bakal melanjutkan penguatannya di tengah gelaran Pemilu 2014.
Tahun politik sempat dikhawatirkan berdampak buruk pada kondisi stabilitas perekonomian nasional. Yang terjadi justru sebaliknya. Fakta menyebutkan, proses transisi kepemimpinan nasional justru turut mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Hal itu terlihat dari dua kali Pemilu yang digelar selama kurun waktu 10 tahun terakhir. Berangkat dari kondisi itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) yakin Pemilu tahun ini tidak akan berpengaruh negatif terhadap pergerakan IHSG. Sebaliknya, BEI pede IHSG bakal melanjutkan penguatannya.
"Kayak 2004 dan 2009. Buktinya bagus rata-rata naik trennya jadi pemilu trennya naik 2004 naik, 2009 naik jadi dua kali Pemilu naik," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen saat di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/4).
Menurutnya, pemilihan presiden juga tidak memberi efek negatif terhadap gerak IHSG. "Tahun 2004 tidak ada yang tahu presidennya SBY, buktinya naik. Tidak tahu, dulu yang dijagoin kan dulu Mega, incumbent tapi yang jadi Demokrat, tidak ada masalah," jelas dia.
Lebih jauh dia menambahkan, gerak IHSG akan terus mengalami kenaikan. "Dari dulu ditanya indeks naik ya naik, indeks bagus ya bagus," ungkapnya.
Baca juga:
IHSG dibuka menguat 1,56 poin
IHSG tunggu pengumuman suku bunga acuan Bank Indonesia
Meski dibuka melemah, IHSG sukses ditutup menguat 1,3 persen
Ikuti pasar regional, IHSG dibuka turun tipis
Awal pekan, IHSG menunggu 'obat kuat'