DPR singgung produksi beras RI surplus tapi harga masih mahal
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Herman Khaeron menyinggung adanya ketidaksesuaian antara data produksi dengan harga beras di pasaran. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat stok beras masih surplus hingga 12 juta ton namun harga beras masih tinggi.
Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Herman Khaeron menyinggung adanya ketidaksesuaian antara data produksi dengan harga beras di pasaran. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat stok beras masih surplus hingga 12 juta ton namun harga beras masih tinggi.
"BPS sudah memperlihatkan pangan kita berlebih. Kita panen 79 juta ton gabah kering panen kalau diberaskan 45 juta ton. Kita mengkonsumsi 33 juta ton per tahun. Jadi kita masih surplus 12 juta ton yang semestinya Bulog tidak kesulitan mencari beras," ujar Herman dalam FGD Evaluasi Pelaksanaan Pangan di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Jumat (22/9).
Dengan demikian, dia meminta agar pemerintah bisa menyamakan data dengan kondisi nyata di lapangan. Sehingga pemerintah bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk menyediakan harga yang terjangkau.
"Ada banyak pertanyaan kapan dilakukan amnesti terhadap data jika melihat kenyataan di lapangan. Jadi kita tantang ke depan presiden selanjutnya siapa yang mampu melakukan amnesti terhadap data," sindirnya.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, Herman menyarankan agar produksi pangan bisa merata. Dia mencontohkan, produksi beras masih berpusat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan.
"Bagaimana mungkin bisa kita mencukupi kebutuhan daerah-daerah terpencil perbatasan atau daerah defisit seperti Papua. Apalagi kita juga mencegah impor dengan keras. Sehingga menurut saya penentuan harga akan sangat bergantung pada Bulog," pungkasnya.
Baca juga:
DPR: Meski ada HET, harga beras di pasaran masih tinggi
Bonus demografi RI jadi tantangan pangan pemerintah
Bantu RI jadi lumbung pangan dunia, Jhonlin Batu Mandiri investasi Rp 2,2 T
Konsumsi susu RI terus naik, diprediksi capai 1,14 juta ton di 2020
Kementan: Indonesia sudah berada di jalur tepat jadi lumbung pangan dunia di 2045
Menteri Rini dan Mentan Amran duduk bareng tingkatkan kesejahteraan petani