Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

DPR: Meski ada HET, harga beras di pasaran masih tinggi

DPR: Meski ada HET, harga beras di pasaran masih tinggi beras. shutterstock

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Herman Khaeron mengatakan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pemenuhan pangan di Indonesia. Salah satunya penentuan harga pangan yang saat ini masih bergejolak meski sudah ada kebijakan harga pangan.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan resmi memasang Harga Eceran Tertingi (HET) untuk komoditi beras, diberlakukan per 1 September mendatang. Namun, penentuan ini dinilai belum efektif karena belum bisa menyejahterakan petani dan menurunkan harga beras dipasaran.

"Bahwasannya pembatasan harga eceran tertinggi (HET) bisa memengaruhi harga eceran di tingkat petani," ujar Herman dalam FGD Evaluasi Pelaksanaan Pangan di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Jumat (22/9).

Dia menambahkan, harga pangan bisa melonjak dikarenakan jalur distribusi beras dari petani ke pasaran sangat panjang dan berliku. Sehingga, meski harga beras di tingkat petani rendah, namun harga beras di pasaran bisa jadi melonjak tajam.

"Sehingga yang biasa jadi korban adalah petani. Apalagi petani lagi disergap-sergap oleh Bulog. Jadi petani tidak boleh harganya tinggi tapi di pasar bisa saja harganya jadi tinggi meski ada HET," jelas Herman.

Dengan demikian, dia berharap Satuan Tugas (Satgas) bisa mengendalikan harga pangan agar tidak terjadi fluktuasi harga.

"Kalau tidak ada satgas pangan pasti fluktuasi akan cenderung meningkat dan tidak terkendali. Jadi kami di DPR sering mengatakan berikan apresiasi kepada satgas pangan atas kinerjanya untuk memepertahankan harga di tingkat konsumen," pungkas Herman.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP