LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

DPR nilai belum ada urgensi pembentukan badan ekonomi kreatif

Ketua komisi XI Fadel Muhammad menilai ekonomi kreatif sebaiknya tetap berada di bawah naungan kementerian.

2015-01-27 21:31:40
Badan Ekonomi Kreatif
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membentuk Badan Ekonomi Kreatif untuk lima tahun masa pemerintahannya. Jokowi memilih Triawan Munaf, ayah kandung mantan artis cilik Sherina Munaf, sebagai kepala badan ekonomi kreatif.

Namun, Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadel Muhammad menilai belum ada urgensi dari pembentukan badan tersebut.

"Belum ada itu urgensinya. Apa urgensinya," ungkap Fadel di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Fadel menilai, lebih baik Jokowi tetap memberdayakan kreativitas Indonesia dalam suatu kementerian. "Lebih baik diotimalkan saja yang ada. Untuk apa bentuk badan seperti itu," tandasnya.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) juga menyesalkan langkah Jokowi-JK yang menghilangkan ekonomi kreatif. Pasalnya, Jokowi-JK sempat berjanji bahwa ekonomi kreatif bakal menjadi salah satu fokus pemerintahannya.

"Informasi ini tentunya merisaukan dan memupuskan harapan besar adanya perhatian khusus dan komitmen kuat dari pemerintahan baru atas perkembangan industri kreatif dan MICE di Indonesia," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ekonomi Kreatif dan MICE, Budyarto Linggowiyono dalam siaran persnya di Jakarta, Sabtu (25/10).

Dia menyesalkan rencana menghilangkan ekonomi kreatif dalam struktur kabinet mendatang. Lantaran, kata dia, hal ini dikhawatirkan menjadi bukti berubahnya 'komitmen' terhadap ekonomi kreatif yang potensinya sangat besar.

Kadin mencatat, secara umum kontribusi industri kreatif dalam perekonomian Indonesia terus meningkat. Pada 2010 nilai Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp 185 triliun, jumlah ini terus meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 5 persen per tahun dalam kurun waktu 2010 - 2013 sehingga pada 2013 mencapai Rp 215 triliun.

Pada periode 2010 - 2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6 persen dari total angkatan kerja nasional. Hal ini didorong oleh petumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut sebesar 1 persen.

Jumlah industri kreatif pada 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 12 juta jiwa serta memberikan kontribusi terhadap devisa negara sebesar Rp 119 triliun atau sebesar 5,72 persen dari total ekspor nasional.

Saat ini, ekspor karya kreatif Indonesia di tengah tahun mencapai Rp 63,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,27 dibandingkan periode yang sama pada 2013.

"Kita harapkan, jangan sampai Kementerian Ekonomi Kreatif malah diturunkan derajatnya hanya berbentuk Badan, yang nantinya akan dianggap bidang yang kurang penting atau kalah penting dibandingkan pariwisata atau bidang lain," kata Budyarto.

Baca juga:
Anang Hermansyah minta Badan Ekonomi Kreatif berantas pembajakan
Presiden Jokowi minta bisnis online dijaga biar tidak dibeli asing
Triawan Munaf, pencipta logo PDIP, timses Jokowi kini setara menteri
Indef: Triawan Munaf pimpin badan ekonomi kreatif, balas budi Jokowi
Jokowi lantik Triawan Munaf jadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif
Sherina minta ayahnya serius perhatikan pembajakan hak cipta seniman

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.