LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dorong ekonomi hijau, Forum Ekonomi Islam Dunia kumpul di Jakarta

Emisi terkait penggunaan energi dari negara-negara ASEAN saat ini menyumbangkan 4 persen gas rumah kaca secara global. Sesuai dengan Perjanjian Paris, ekonomi dengan skala tersebut harus mengurangi emisi rumah kaca mereka paling sedikit 50 persen sampai dengan tahun 2030.

2017-10-05 14:32:02
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Para pelaku industri terkemuka dunia berkumpul di Jakarta mendiskusikan transformasi, tantangan, dan peluang ekonomi hijau (green economy). Diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Forum Ekonomi Islam Dunia ke-13 (WIEF).

Ketua Yayasan WIEF, Tun Musa mengatakan, tujuan dari diskusi meja bundar ini adalah untuk memberikan perspektif dan wawasan yang lebih lengkap kepada para peserta mengenai agenda untuk mendorong ekonomi masa depan dalam menghadapi Revolusi Industri Keempat.

"Transformasi digital tidak terelakkan karena potensinya yang besar namun kita juga harus memastikan isu keberlanjutan tidak dikesampingkan. Saat ini, aktivitas ekonomi digital ASEAN menghasilkan pendapatan sekitar USD 150 miliar per tahun, dengan potensi untuk berkembang menjadi USD 1 triliun dalam PDB pada tahun 2025. Keduanya harus saling melengkapi untuk menciptakan kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan seiring dengan kemajuan ekonomi," kata Tun Musa, di hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (5/10).

Advertisement

Seiring integrasi ASEAN saat ini dan peningkatan kegiatan ekonomi, Tun mengatakan penting sekali untuk memastikan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak ditinggalkan.

"ASEAN secara gabungan memiliki PDB sebesar USD 2,4 triliun dan merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ketiga di Asia setelah China dan India," ujarnya.

Emisi terkait penggunaan energi dari negara-negara ASEAN saat ini menyumbangkan 4 persen gas rumah kaca secara global. Sesuai dengan Perjanjian Paris, ekonomi dengan skala tersebut harus mengurangi emisi rumah kaca mereka paling sedikit 50 persen sampai dengan tahun 2030.

Advertisement

"Apabila kita mengambil contoh Indonesia, maka sektor ekonomi akan menjadi momok bagi upaya pengembangan berbagai program pembangunan hijau di berbagai sektor pertumbuhan, sebagai bagian dari rencana pembangunan untuk mengurangi emisi sebesar 26 persen pada tahun 2020."

WIEF menyediakan platform bagi ASEAN sebagai kawasan untuk mengeksplorasi ekonomi hijau untuk jalan maju guna peningkatkan ekonomi dan kehidupan masyarakat serta keberlanjutan ekosistem. Ini sejalan dengan tujuan WIEF sebagai instrumen penting dalam diplomasi multilateral di antara negara maju dan ekonomi berkembang.

WlEF ke-13 yang akan diadakan di Kuching, Sarawak, Malaysia dari tanggal 21-23 November 2017, berfokus pada dampak dan tantangan perubahan disruptif, membuka komunikasi antar negara, mendorong agenda bisnis yang sama dan membawa nilai dan dampak nyata bagi masyarakat di seluruh dunia.

Baca juga:
Bos BEI: Masih ada penghambat tumbuhnya produk syariah Indonesia
BI ungkap Jawa Barat berpotensi jadi poros ekonomi syariah
Pemerintah butuh dukungan agar RI jadi pusat keuangan ekonomi syariah global
Kemajuan keuangan syariah butuh dukungan akademisi dan pemerintah
Bikin Warung Muslimah, cara Ipemi tingkatkan kesejahteraan masyarakat

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.