LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Donald Trump Tunda Kenaikan Tarif Barang China

Trump sebelumnya telah merencanakan untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada impor barang-barang dari China senilai USD 200 miliar ke Amerika Serikat.

2019-02-25 09:38:14
Perang dagang
Advertisement

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump resmi menunda kenaikan tarif AS untuk barang-barang China. Keputusan ini diambil dalam perundingan perdagangan produktif. Trump dan Presiden China Xi Jinping yang akan bertemu untuk mengesahkan kesepakatan jika kemajuan berlanjut.

Trump sebelumnya telah merencanakan untuk menaikkan tarif menjadi 25 persen dari 10 persen pada impor barang-barang dari China senilai USD 200 miliar ke Amerika Serikat.

Trump mengatakan dalam tweet-nya bahwa kemajuan telah dibuat pada sejumlah bidang yang disengketakan termasuk perlindungan kekayaan intelektual, transfer teknologi, pertanian, jasa-jasa dan mata uang.

Advertisement

"Saya akan menunda kenaikan tarif AS yang sekarang dijadwalkan untuk 1 Maret. Dengan asumsi kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan, kami akan merencanakan KTT untuk Presiden Xi dan saya sendiri, di Mar-a-Lago, untuk menyimpulkan kesepakatan. Akhir pekan yang sangat baik untuk AS & China!" kata Trump.

Mar-a-Lago adalah sebuah resort presiden di Florida, tempat kedua pria itu bertemu sebelumnya.

Donald Trump tidak menetapkan tenggat waktu baru untuk perundingan dan Gedung Putih tidak memberikan perincian spesifik tentang kemajuan apa yang telah dibuat.

Advertisement

Kantor berita resmi China Xinhua melaporkan bahwa Amerika Serikat dan China telah membuat kemajuan substansial pada isu-isu spesifik dalam putaran pembicaraan terakhir, mengutip delegasi China untuk diskusi di Washington.

Keputusan Trump untuk menunda kenaikan tarif AS adalah pertanda yang paling jelas bahwa Washington dan Beijing hampir mencapai kesepakatan, yang akan mengakhiri perang dagang selama berbulan-bulan. Ancaman kenaikan tarif telah mewakili sebagian besar pengaruh bagi tim Trump.

Pasar yang peka terhadap perselisihan karena telah memperlambat pertumbuhan global, mendukung langkah tersebut.

Indeks saham berjangka AS dibuka lebih tinggi pada Minggu (24/2) malam ketika perdagangan dimulai untuk minggu ini. E-mini berjangka untuk S&P 500 sedikit menguat setelah tweet Trump tentang perdagangan, dan naik sekitar sepertiga persen, menunjukkan Wall Street akan dibuka dengan pijakan yang lebih kuat pada Senin pagi waktu setempat.

Dolar Australia, proksi likuid untuk investasi China, mendapat dukungan ringan dari berita dan kenaikan lebih lanjut diperkirakan untuk yuan. Indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,14 persen ke level tertinggi sejak Oktober, dan naik 10 persen untuk tahun ini.

Trump mengatakan pada Jumat (22/2) ada peluang bagus kesepakatan akan muncul, dan meramalkan bahwa dia mungkin memperpanjang batas waktu 1 Maret dan bergerak maju dengan pertemuan bersama Xi.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengindikasikan bahwa jika kemajuan berlanjut, pertemuan antara kedua presiden dapat terjadi pada Maret.

Tetapi negosiator perdagangan utama Trump, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, menekankan pada Jumat (22/2) bahwa beberapa rintangan utama masih ada. Lighthizer telah menjadi suara kunci dalam mendorong China untuk melakukan reformasi struktural.

Putaran pembicaraan minggu lalu diperpanjang hingga akhir pekan, dengan para negosiator AS dan China membahas masalah-masalah pelik tentang bagaimana menegakkan kesepakatan perdagangan potensial pada Minggu (24/2), menurut seseorang yang akrab dengan pembicaraan tersebut. Tarif dan komoditas juga menjadi agenda Minggu (24/2), katanya.

Para negosiator telah berusaha untuk memperbaiki perbedaan pada perubahan perlakuan China terhadap perusahaan milik negara, subsidi, transfer teknologi paksa dan pencurian siber.

Menyetujui mekanisme penegakan terbukti sulit. Washington menginginkan mekanisme yang kuat untuk memastikan bahwa komitmen reformasi China ditindaklanjuti sampai selesai, sementara Beijing bersikeras pada apa yang disebutnya proses adil dan obyektif. Sumber lain yang diberi pengarahan tentang perundingan mengatakan bahwa penegakan hukum tetap menjadi masalah utama hingga Sabtu (23/2).

Reuters melaporkan pada Rabu (20/2) bahwa kedua pihak sedang menyusun nota kesepahaman (MOU) tentang pencurian siber, hak kekayaan intelektual, jasa-jasa, pertanian dan hambatan non-tarif untuk perdagangan, termasuk subsidi.

Trump mengatakan dia tidak menyukai MOU karena mereka jangka pendek, dan dia menginginkan kesepakatan jangka panjang. Itu memicu bolak-balik dengan Lighthizer, yang berpendapat bahwa MOU adalah kontrak yang mengikat.

Baca juga:
AS-China Gelar Perundingan Hari Ini Terkait Perang Dagang
Defisit Neraca Perdagangan Januari 2019 Akibat Pelemahan Ekspor Imbas Perang Dagang
Tak Cuma iPhone, Ini Deretan Smartphone yang Belakangan Juga Gagal di China
BPS: Industri Manufaktur Besar dan Sedang Tumbuh Melambat di 2018
Dampak Perang Dagang, Perusahaan China di CES 2019 Turun Drastis
Pengusaha: Perang Dagang AS-China Belum Ada Kepastian Mau Dibawa Kemana

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.