Donald Trump jadi presiden AS, IHSG diprediksi melemah sampai 4.800
Donald Trump jadi presiden AS, IHSG diprediksi melemah sampai 4.800. Dampak pelemahan bursa saham Indonesia usai kemenangan Trump ini diperkirakan hanya sementara. Ke depan, para investor AS diprediksi bakal melarikan dananya ke negara berkembang. Ini menimbulkan ketidakpastian di AS akan kembali meningkat.
Donald Trump terpilih sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Trump, berdasarkan hitungan cepat, telah meraup 276 electoral collage dan Hillary Clinton hanya mendapatkan 218.
Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, mengatakan dampak pelemahan bursa saham Indonesia usai kemenangan Trump ini diperkirakan hanya sementara. Jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah, perkiraannya akan mencapai 4.800.
"Saya kira itu shock jangka pendek, cuman seberapa jangka pendeknya? Sampai pada level saya kira kalau paling terendah bisa kearah 4.800 kalau secara technical ya. Tapi itu mudah-mudahan bisa segera naik lagi," ujarnya di Jakarta, Rabu (9/11).
Ke depan, para investor AS diprediksi bakal melarikan dananya ke negara berkembang. Ini menimbulkan ketidakpastian di AS akan kembali meningkat. "Saya kira perlu kehati-hatian tinggi untuk kita."
"Mungkin saja dia (investor asing) akan keluar dari AS dan berinvestasi lagi di negara-negara yang sempat terkoreksi dan mereka akan lebih banyak menempatkan dananya di emerging market. Mereka akan switch dari developed market ke emerging market," ujarnya.
Sementara, dari sisi nilai tukar Dolar, dia mengatakan USD akan melemah pada sejumlah mata uang dunia. "Jadi Dolarnya cenderung melemah terhadap mata uang kuat dunia," pungkasnya.
Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan sesi I hari ini ditutup jatuh 2,06 persen atau 112,484 poin ke 5.358,197. Sementara indeks LQ45 ditutup melemah 2,53 persen atau 232,652 poin ke 911.199.
Sedangkan, dilansir Businessinsider, dua pasar saham terbesar Eropa sempat anjlok hampir mencapai empat persen. Hari ini, pasar saham di Jerman, DAX sempat anjlok 465,6 poin ke posisi 10.068 poin atau anjlok 4,4 persen. Sementara, pasar saham di Inggris, FTSE juga turun mencapai 3,8 persen sekitar dua jam sebelum diperdagangkan secara resmi.
Tak hanya itu, saham Nasdaq dan S&P 500 juga mengalami guncangan parah hingga dibawah pembatasan perdagangan. Di mana otoritas pasar saham AS akan menghentikan sementara penjualan sahamnya hingga hari pemilihan presiden AS.
Saham-saham di Asia pun ikut hancur. Nikkei Jepang anjlok capai 5,4 persen dan Hang Seng juga turun 2,9 persen.
Pasar menilai pembawaan Trump yang dinilai tak terduga membuat investor cemas jika dirinya menjadi presiden AS. Ini membuat para investor diliputi ketidakpastian.
Baca juga:
Semringah Donald Trump terpilih jadi presiden baru AS
Menang pemilu, Trump ucapkan terima kasih dan puji Clinton
Mandiri: Kemenangan Donald Trump timbulkan ketidakpastian ekonomi
Terpilih jadi Presiden AS, Trump berikan pidato kemenangan
Politikus PDIP sebut Trump jadi Presiden AS bikin lesu ekonomi RI
Pasar saham dunia rontok saat Trump terpilih jadi Presiden AS
Siapapun presidennya, Jokowi sebut RI berhubungan baik dengan AS