Pasar saham dunia rontok saat Trump terpilih jadi Presiden AS
Merdeka.com - Pasar saham Eropa mengalami guncangan. Hal ini disebabkan kekhawatiran atas kemenangan Donald Trump dalam pemilu Amerika Serikat mengalahkan Hillary Clinton.
Seperti dilansir Businessinsider, dua pasar saham terbesar Eropa sempat anjlok hampir mencapai empat persen. Hari ini, pasar saham di Jerman, DAX sempat anjlok 465,6 poin ke posisi 10.068 poin atau anjlok 4,4 persen. Sementara, pasar saham di Inggris, FTSE juga turun mencapai 3,8 persen sekitar dua jam sebelum diperdagangkan secara resmi.
Wakil Presiden Riset Forex FXTM Jameel Ahmad mengatakan investor benar-benar tidak siap akan kemenangan Donald Trump pada pemilu AS. Kondisi ini sama dengan adanya referendum British Exit (Brexit) beberapa waktu lalu.
"Ketika Donald Trump mendapatkan momentum maka investor mulai panik dan terkejut," ujarnya, Rabu (9/11).
Tak hanya itu, saham Nasdaq dan S&P 500 juga mengalami guncangan parah hingga dibawah pembatasan perdagangan. Di mana otoritas pasar saham AS akan menghentikan sementara penjualan sahamnya hingga hari pemilihan presiden AS.
Saham-saham di Asia pun ikut hancur. Nikkei Jepang anjlok capai 5,4 persen dan Hang Seng juga turun 2,9 persen.
Pasar lebih memilih Hillary Clinton memenangkan pemilu dan menjadi presiden AS. Kemenangan Hillary bakal membawa angin positif untuk seluruh saham di dunia.
Sementara, kemenangan Trump diperkirakan bakal membawa pasar saham AS anjlok 10 persen. Sebab, Trump memiliki strategi tak terduga.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya