LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Donald Trump Hampir Menang Pilpres, Dolar dan Bitcoin Makin Perkasa

Analis pasar memprediksi keuangan akan menghadapi volatilitas tinggi.

Rabu, 06 Nov 2024 17:16:36
berita update
Ilustrasi uang dolar/Pixabay (© 2024 Liputan6.com)
Advertisement

Dolar Amerika Serikat mengalami lonjakan tajam setelah Donald Trump semakin mendekati kemenangan dalam pemilihan presiden AS.

Melansir BBC, Bitcoin ternyata juga mencatat rekor tertinggi usai para investor berspekulasi tentang potensi kebijakan Trump, seperti pemotongan pajak, tarif perdagangan yang lebih tinggi, serta dampak inflasi yang diprediksi akan meningkat. Hasil pemilu ini diperkirakan akan membawa dampak besar pada ekonomi global.

Menurut proyeksi dari CBS, mitra AS BBC, Partai Republik diperkirakan akan mengambil alih kendali Senat, meski beberapa suara masih dihitung.

Sementara itu, Dolar AS tercatat menguat sekitar 1,5 persen terhadap berbagai mata uang utama, termasuk poundsterling, euro, dan yen Jepang.

Advertisement

Nilai Bitcoin ikut melonjak mencapai USD6.000 setara Rp94,95 juta hingga mencapai rekor baru di USD75.371,69 atau Rp1,19 miliar, mengalahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada Maret lalu di USD73.797,98 = Rp1,17 miliar (kurs 15.852 per USD).

Di Asia, pasar saham Jepang menunjukkan lonjakan, dengan indeks Nikkei 225 naik 2,6 persen, sementara ASX 200 di Australia juga menguat 0,8 persen.

Advertisement

Para analis memperkirakan bahwa pasar keuangan akan menghadapi volatilitas tinggi sebagai respons terhadap ketidakpastian global dan potensi kebijakan ekonomi Trump yang dapat mempengaruhi pasar.

"Banyak kebijakan Trump yang diperkirakan akan meningkatkan inflasi dan memicu kenaikan imbal hasil obligasi, yang dapat menambah tekanan pada Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga," ujar ahli strategi investasi di Quilter Investors, Lindsay James.

Janji Trump: Pusat Bitcoin Hingga Kenaikan Tarif Perdagangan


Trump telah berjanji untuk menjadikan AS sebagai pusat bitcoin dan cryptocurrency dunia dan juga menargetkan miliarder Elon Musk untuk memimpin audit atas pemborosan pemerintah.

Di pasar saham, indeks utama AS diprediksi akan dibuka lebih tinggi setelah Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq ditutup lebih dari 1persen lebih tinggi pada hari Selasa.

Saham Tesla yang diperdagangkan di Frankfurt melonjak lebih dari 14 persen pada pembukaan sesi Rabu. Elon Musk, yang juga mendukung Trump, menjadi pemegang saham terbesar Tesla.

Selanjutnya, Trump juga berencana untuk menaikkan tarif perdagangan, terutama terhadap China, jika terpilih kembali sebagai Presiden AS.

"Kebijakan perdagangan Trump telah menimbulkan kekhawatiran di Asia, terutama dengan rencananya untuk meningkatkan tarif impor ke AS," kata Direktur Riset Ekonomi di Moody's Analytics, Katrina Ell.

Respon Pasar Terkait Kebijakan Ekonomi Trump


Posisi Trump yang lebih isolasionis dalam kebijakan luar negeri juga memunculkan pertanyaan terkait komitmennya untuk membela Taiwan dari potensi agresi China, mengingat Taiwan merupakan produsen utama chip komputer yang penting untuk teknologi global.

Selain itu, kebijakan pemotongan pajak Trump mendapat sambutan positif dari sejumlah perusahaan besar di AS.

"Jika Trump terpilih, kita bisa melihat kebijakan yang lebih ramah terhadap bisnis dan pemotongan pajak yang mungkin akan mendorong inflasi lebih tinggi dan mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga," manajer portofolio di Tribeca Investment Partners, Jun Bei Liu.

Namun, tidak semua pasar merespons positif kemenangan Trump. Di China, indeks Shanghai Composite ditutup sedikit turun 0,1 persen, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong turun sekitar 2,23 persen.

Kemudian, pasar masih menanti beberapa peristiwa penting minggu ini. Kamis mendatang, Federal Reserve AS akan mengumumkan keputusan terbaru terkait suku bunga. Pernyataan dari Jerome Powell selaku Ketua Federal Reserve akan menjadi sorotan penting di seluruh dunia.

Sementara itu, pada Jumat mendatang, pemerintah Tiongkok kemungkinan akan mengungkap rencana lebih rinci tentang langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi perlambatan ekonomi negara kedua terbesar di dunia itu.

Advertisement

Reporter Magang: Thalita Dewanty

Berita Terbaru
  • Di Balik Riuh 5.400 Penonton Final PFL, Ada Syukur Nasabah PNM yang Berjuang Untuk Menopang Keluarga
  • Tinjau Jalan Serindang–Bukit Segoler, Kemenko Infrastruktur Dorong Percepatan Infrastruktur di Beranda Terdepan Indonesia
  • Kemenko Infrastruktur Apresiasi Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat di Kalbar
  • Pemkab Serang Hadirkan 40 Titik Internet Gratis di 29 Kecamatan, Dukung Program "Serang Bahagia"
  • Pramuka KBRI Kuala Lumpur Gelar Perkemahan Persiapan Jambore Nasional XII
  • berita update
  • dolar amerika
  • dolar amerika menguat
  • donald trump
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
M
Reporter Magang
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.