LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dolar naik, Mendag Enggar minta masyarakat pakai produk dalam negeri

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan untuk mengatasi naiknya harga barang impor, masyarakat dan pengusaha harus memperbanyak menggunakan produk dalam negeri. "Impor mahal? ya jangan impor. Pakai produk Indonesia, produk Indonesia keren," jelasnya.

2018-10-27 13:00:00
Enggartiasto Lukita
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih terus melemah. Di perdagangan kemarin, Jumat (26/10) Rupiah rata-rata masih berada pada level Rp 15.000 an per USD. Posisi nominal mata uang Garuda ini pun sama seperti yang terjadi pada 1998.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan kondisi ekonomi saat krisis 1997 hingga 1998. Oleh karena itu, dia meminta warga termasuk pengusaha jangan khawatir meskipun Rupiah sentuh Rp 15.000 per USD.

"Ini berbeda dengan tahun 1998. Jangan ada kekhawatiran untuk hadapi itu," ujar Mendag Enggar pada acara Future Heroes di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (27/10).

Advertisement

Untuk mengatasi naiknya harga barang impor, Mendag Enggar meminta masyarakat dan pengusaha memakai produk dalam negeri. "Impor mahal? ya jangan impor. Pakai produk Indonesia, produk Indonesia keren," jelasnya.

Kenaikan nilai tukar dolar, lanjutnya, bukan disebabkan kondisi ekonomi Indonesia memburuk. "Kenaikan dolar bukan karena kondisi ekonomi kita. Sekarang bagaimana kita memotong pajak, dolar pulang kampung. Artinya ini harus dipakai peluang ini untuk ekspor," paparnya.

Lebih lanjut Mendag Enggar menambahkan, dalam masa fluktuasi nilai tukar Rupiah ke USD yang tak menentu semua pihak harus menahan penggunaan dolar. Pemerintah sendiri telah merevisi tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk 1.147 barang impor dalam rangka pengendalian barang masuk.

Advertisement

"Anda lakukan efisiensinya. Kita pemerintah lakukan pengetatan spend dolar. Makin banyak kita belanja beli dolar itu akan jadi persoalan," tandasnya.

Sumber : Liputan6

Reporter : Delvira Hutabarat

Baca juga:
Kadin usulkan perdagangan di ASEAN tak pakai dolar
Pendiri Mayapada Group tukarkan dolar hingga triliunan rupiah
Dolar naik, perajin perkecil ukuran tempe
3 Dampak terperosoknya Rupiah ke Rp 15.200an per USD, termasuk PLN terancam rugi
3 Penyebab rupiah tak kunjung menguat
Tolak komentari Ratna lagi, Sandiaga ingatkan dolar sudah Rp 15 ribu
Survei LSI ungkap pengaruh ijtima ulama dan kenaikan dolar

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.