LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dolar menguat, BI nilai wajar jelang putusan Trump soal bos baru The Fed

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memilih Gubernur Bank Sentral, Federal Reserve (The Fed) baru. Gubernur The Fed akan diumumkan pada awal November tahun ini. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan sikap Presiden Trump sangat memengaruhi pasar global.

2017-10-20 15:31:29
Bank Indonesia
Advertisement

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan memilih Gubernur Bank Sentral, Federal Reserve (The Fed) baru. Gubernur The Fed akan diumumkan pada awal November tahun ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan sikap Presiden Trump sangat memengaruhi pasar global. "Kejelasan terkait Gubernur Bank Sentral Amerika karena kan pasar masih menunggu Gubernur Bank Sentral Amerika-nya siapa, apakah masih Yellen (gubernur The Fed saat ini) apakah ganti itu kan sekarang dibicarakan," ungkapnya di Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (20/10).

Pasar, menurut dia, saat ini sedang melakukan adjustment (penyesuaian) sembari menunggu keputusan dan kemungkinan kebijakan fiskal yang akan dia ambil. "Pasar sedang meneliti apakah beliau-beliau ini alirannya dovish atau alirannya hawkish. Hawkish itu yang dianggap bahwa seneng dengan moneter yang ketat. Dovish itu senengnya dengan moneter yang longgar," jelas Mirza.

Oleh karena itu, jika saat ini ada sedikit penguatan terhadap dolar, menurut Mirza, merupakan hal lumrah. "Menurut kami hal yang normal-normal saja pada waktu market lakukan adjustment. Kemudian kita lihat ada sedikit outflow di pasar SBN menurut kami itu juga suatu yang normal," ujarnya.

"Setelah clear siapa Gubernur Bank Sentral Amerika setelah dicalonkan presiden Trump, pasar akan kembali stabil," tandasnya.

Baca juga:
Bank sentral AS dorong pengusaha naikkan gaji pegawai jaga daya beli
Suku bunga AS naik, BI pastikan pasar keuangan RI kondusif
Sri Mulyani sebut kenaikan suku bunga The Fed sudah diantisipasi
Suku bunga The Fed kembali naik 0,25 persen
Strategi BI agar dana asing tak kabur dari RI karena kebijakan AS
AS buat Tax Amnesty, BI harus hati-hati turunkan suku bunga acuan
BI sebut Rupiah dan IHSG tetap perkasa meski suku bunga The Fed naik

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.